EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Thomas Djiwandono resmi terpilih jadi Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono resmi terpilih jadi Deputi Gubernur BI (Ist)

Disepakati Tanpa Voting dan Perdebatan, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Iwan Purnama oleh Iwan Purnama
27 Januari 2026
Kategori EKONOMI, POLITIK
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co — Nama Thomas AM Djiwandono akhirnya mengunci satu kursi strategis di Bank Indonesia. Tanpa voting, dan tidak ada perdebatan panjang, Komisi XI DPR RI sepakat secara musyawarah mufakat menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.

Keputusan itu diambil cepat. Tak sampai satu jam. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebut seluruh fraksi DPR dari delapan partai politik langsung satu suara. Tak ada resistensi berarti.

“Kurang lebih setengah jam kami bermusyawarah dan semuanya sepakat. Pak Thomas adalah figur yang bisa diterima semua partai politik,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Kesepakatan kilat ini menegaskan satu hal: Thomas bukan sekadar lolos uji kelayakan, tetapi juga lulus uji politik.

Dalam fit and proper test, Thomas dinilai piawai memaparkan strategi krusial: menjahit kembali benang merah antara kebijakan moneter dan fiskal—dua instrumen negara yang selama ini kerap berjalan beriringan tapi tak selalu seirama.

Berita Menarik Pilihan

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

“Beliau menjelaskan dengan sangat baik bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal, termasuk pentingnya kelincahan (agility) dalam pengambilan keputusan,” ujar Misbakhun.

Isu ini menjadi sorotan karena tantangan ekonomi global dan domestik menuntut Bank Indonesia tak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan. BI dituntut gesit, adaptif, dan tetap presisi.

Namun, penetapan Thomas tak sepenuhnya steril dari kontroversi. Kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto sempat memantik kekhawatiran soal independensi bank sentral. Isu sensitif, mengingat BI adalah benteng terakhir stabilitas moneter.

Misbakhun buru-buru menepisnya.

“Bank Indonesia bekerja berdasarkan undang-undang dan prinsip kolektif kolegial. Keputusan tidak diambil oleh satu orang, tapi melalui Dewan Gubernur,” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam internal BI adalah hal biasa, namun keputusan final tetap diambil secara bersama di bawah kepemimpinan Gubernur BI.

Dengan pengesahan ini, Thomas Djiwandono resmi memasuki jantung pengambilan kebijakan moneter nasional. Tantangannya jelas: menjaga jarak dari politik praktis, sambil memastikan ekonomi tetap tumbuh di tengah tekanan global.

Publik kini menunggu bukan siapa yang mendukungnya, melainkan sejauh mana independensi BI benar-benar dijaga di era kekuasaan baru. (*)

 

Tags: Deputi Gubernur BIKomisi XI DPRPerdebatan PanjangTanpa VotingThomas Djiwandono
Post Sebelumnya

Dituding Penghianat, Ahmad Khozinudin Sebut Dua Tuyul Bertemu Jin Iprit itu Bentuk Kritik

Post Selanjutnya

Bukan Lagi Burden Sharing, Thomas Djiwandono Tawarkan Sinergi Fiskal dan Moneter Baru

Iwan Purnama

Iwan Purnama

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Post Selanjutnya
Thomas AM Djiwandono di DPR RI (Ist)

Bukan Lagi Burden Sharing, Thomas Djiwandono Tawarkan Sinergi Fiskal dan Moneter Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.