Taipei, Ekoin.co– Pelayanan keimigrasian bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan telah bertransformasi digital. Kini, pengurusan paspor tak lagi dibayangi antrean bank.
Pembayaran layanan paspor sudah dapat dilakukan langsung di jaringan minimarket yang tersebar di seluruh Taiwan, seperti 7-Eleven, Family Mart, dan Hi-Life.
Terobosan ini menyusul peluncuran Sistem Pembayaran Digital untuk Layanan Paspor oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Senin (26/1/2026).
Sistem tersebut langsung aktif dan menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 yang mengusung tema Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo mengatakan inovasi ini merupakan jawaban atas melonjaknya jumlah WNI di Taiwan yang terus meningkat setiap tahun.
“Jumlah WNI yang semakin besar menuntut pelayanan yang adaptif. Pembayaran paspor melalui minimarket kami hadirkan agar layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” ujar Arif saat peluncuran.
Sebelumnya, WNI di Taiwan hanya memiliki satu opsi pembayaran, yakni melalui Bank Chang Hwa, yang kerap menjadi kendala karena jarak dan waktu. Dengan sistem baru ini, pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa harus datang ke bank tertentu.
Data Imigrasi Taiwan mencatat, dalam lima tahun terakhir (2021–2025), jumlah kedatangan WNI meningkat hingga 70 persen. Lonjakan ini berdampak langsung pada tingginya permohonan layanan keimigrasian.
“Setiap hari kami melayani sekitar 300 hingga 400 pemohon paspor dan endorsement. Sistem digital mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas layanan,” kata Arif.
Peluncuran sistem pembayaran digital ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman Pengembangan Sistem Pelayanan Berbasis Digital antara KDEI Taipei dan PT Telekomunikasi Internasional Indonesia Taiwan (Telin Taiwan). MoU ditandatangani Arif bersama Managing Director Telin Taiwan, Kartia Rausen Irwandi.
Acara tersebut turut dihadiri General Manager BRI Cabang Taipei Andik Kurniawan, perwakilan organisasi masyarakat Indonesia, pelajar, mahasiswa, serta diaspora Indonesia di Taiwan.
Langkah ini melengkapi ekosistem digital KDEI Taipei yang sebelumnya telah meluncurkan Sistem Endorsement V3 pada 2024 untuk mempermudah pelayanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tanpa harus datang langsung ke kantor.
Tak hanya berfokus pada digitalisasi, KDEI Taipei juga meningkatkan kenyamanan layanan. Bersamaan dengan peluncuran sistem, Arif meresmikan Kantor Layanan KDEI Taipei di lantai 2 yang telah direhabilitasi, lengkap dengan fasilitas ramah keluarga, termasuk ruang menyusui.
Fasilitas tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh pemohon paspor, Sobirin dan Wati, pasangan asal Cilacap yang datang dari Kaohsiung—sekitar empat jam perjalanan—untuk mengurus paspor anak mereka yang baru berusia tiga bulan.
“Ruang menyusui ini sangat membantu kami selama proses pengurusan,” ujar Sobirin.
Dengan sistem pembayaran digital dan peningkatan fasilitas layanan, KDEI Taipei menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan WNI di luar negeri. (*)





