Bogor, Ekoin.co – Awan mendung yang sempat menyelimuti Suderajat (50), penjual es kue gabus yang viral karena diintimidasi, kini berganti menjadi pelangi.
Pria asal Bojonggede yang sempat trauma akibat tuduhan tak berdasar menjual “es bahan spons” itu kini mendapatkan bantuan nyata untuk memulai kembali hidupnya.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, menyambangi kediaman Suderajat di Kampung Panjang, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1) untuk menyerahkan bantuan berupa satu unit sepeda motor dan modal usaha.
Trauma Mendalam: Takut ‘Mati Konyol’ Saat Berdagang
Meski bantuan telah di tangan, sisa-sisa trauma masih membayangi Suderajat. Ia mengaku sempat berhenti berjualan selama tiga hari karena rasa takut yang luar biasa setelah dituduh menjual “es racun” oleh sejumlah oknum.
“Saya sebenarnya mau dagang es lagi, tapi takutnya kalau kejadian lagi saya bisa mati konyol. Apalagi ada yang bilang es saya racun, padahal kan sama sekali tidak ada racunnya,” ungkap Suderajat dengan nada lirih saat ditemui di rumahnya.
Tuduhan keji yang sempat viral di media sosial tersebut memang sempat membuat usahanya lumpuh total dan fisik serta mentalnya tertekan.
Kepedulian Polres Metro Depok
Kombes Pol Abdul Waras menegaskan bahwa kehadiran pihaknya adalah bentuk kepedulian terhadap warga yang berada di wilayah hukumnya. Meski secara administrasi Suderajat adalah warga Kabupaten Bogor, namun Bojonggede merupakan area yang masuk dalam tanggung jawab Polres Metro Depok.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian Polres Depok. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril agar Pak Suderajat bisa bangkit dan menjalankan usahanya kembali tanpa rasa takut,” jelas Kapolres.
Harapan Baru Bagi Keluarga Suderajat
Bantuan sepeda motor ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas Suderajat dalam mencari nafkah, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada transportasi umum yang melelahkan. Selain itu, suntikan modal usaha menjadi angin segar bagi keluarganya untuk memulihkan kondisi ekonomi yang sempat terpuruk dalam seminggu terakhir.
Kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat luas mengenai dampak fatal dari penghakiman sepihak di media sosial. Kini, Suderajat siap menatap masa depan dan membuktikan bahwa “Es Gabus” buatannya adalah kuliner tradisional yang aman dan bersih. (*)





