Jambi, Ekoin.co — CA (18), remaja putri yang bercita-cita mengenakan seragam cokelat kepolisian, kini hidupnya hancur berkeping-keping.
Impian yang semula membara itu sirna setelah menjadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh dua oknum polisi aktif dan dua warga sipil, pada November 2025 lalu.
Trauma mendalam membuat CA terpaksa mengurung diri di rumah. Saat ditemui, ia tak kuasa menahan tangis.
“Saya diperkosa. Bukannya ditolong, oknum polisi malah ikut memperkosa. Saya sangat benci sekarang,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kejadian ini menghancurkan kepercayaan CA terhadap institusi yang seharusnya melindungi.
Lebih memilukan, salah satu pelaku warga sipil merupakan anak pendeta terkemuka di Jambi, menambah luka bagi korban dan keluarganya.
Dampak psikologis yang dialami CA sangat serius; ia sempat mencoba mengakhiri hidupnya akibat depresi, namun berhasil digagalkan pihak keluarga.
Keluarga korban kini menempuh jalur hukum, menuntut agar keempat pelaku diadili, termasuk permintaan sanksi pemecatan terhadap oknum polisi dan hukuman penjara maksimal bagi semua pelaku.
Mereka juga berharap Kapolda Jambi dan Kapolri memberikan perhatian khusus untuk memastikan integritas institusi tetap terjaga.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kepolisian: proses rekrutmen dan integritas anggota harus diperketat agar tidak ada calon atau personel yang merusak kepercayaan publik.
CA yang dulu penuh harap kini menjadi simbol nyata korban ketidakadilan, sekaligus panggilan bagi institusi untuk introspeksi dan reformasi internal.





