Persebaya Gagal Menang Lawan 10 Pemain Dewa United di Kandang Sendiri
Surabaya, Ekoin.co – Persebaya Surabaya gagal memaksimalkan status tuan rumah setelah ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United pada pekan lanjutan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/2) malam.
Meski unggul jumlah pemain sejak babak pertama, tim berjuluk Bajul Ijo gagal memetik poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.
Persebaya sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol Francisco Rivera pada menit ke-23. Namun, keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit setelah Kafiatur melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Petaka bagi Dewa United datang di menit ke-37 saat bek asing mereka, Nick Kuipers, diganjar kartu merah langsung akibat menjatuhkan Malik Risaldi.
Meski bermain dengan 10 orang, disiplin tinggi lini belakang Tangsel Warrior sukses membuat gempuran Bruno
Moreira dan pemain lain buntu hingga peluit panjang.
Kritik Pedas Tavares: Pemain Lambat Seperti Tukang Pos
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya tidak cukup pintar memanfaatkan kelebihan jumlah pemain dan membiarkan dua poin hilang begitu saja di kandang.
”Kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” ujar pelatih asal Portugal tersebut dengan nada menyindir.
Sirkulasi bola yang lambat membuat pertahanan rapat Dewa United mudah mengantisipasi setiap serangan.
Sejatinya, Persebaya sempat mencetak gol melalui Mihailo Perovic pada menit ke-89, namun dianulir wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran terlebih dahulu.
Resiliensi Taktik Jan Olde Riekerink
Di sisi lain, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memberikan apresiasi luar biasa bagi mentalitas anak asuhnya. Ia terpaksa mengubah total skema permainan dengan menarik garis pertahanan lebih dalam sekitar 25 meter untuk meredam kecepatan pemain sayap Persebaya.
”Setelah kartu merah, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik. Mentalitas pemain sangat bagus hari ini. Dalam jangka panjang, satu poin ini adalah modal untuk kembali ke tempat yang seharusnya,” tutur Riekerink.
Hasil ini membawa Persebaya naik ke peringkat lima klasemen dengan 32 poin, sementara Dewa United kini menghuni posisi ke-10 dengan koleksi 24 poin. (*)























Tinggalkan Balasan