Jakarta, Ekoin.co – Pemilihan kordinator pedagang pasar Poncol JP 37-38 berlangsung ricuh antar pedagang, pengurus beberapa RW, LMK dengan petugas Suku Dinas Perindustrian, Pedagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Kecamatan Senen di Jalan Kali Baru Timur, Kamis (5/2/2026).
Pria yang mengenakan kacamatan dan memakai topi tersebut mengatakan “Jangan diarah – arahin, pak kasatpel kita sudah kasih tahu dari kemarin potensi terjadi konflik sosial. Mana partisipasi lingkungan, lingkungan dilibatkan tidak, RW, RT dan LMK. Berdiri dimana ini semua,” cetus pria berkacamata kepada petugas Satpel PPKUKM Kecamatan Senen, dalam rekaman dimedia sosial (Medsos) @Balewartawanjakpus10.
Menanggapi hal tersebut Kepala Suku Dinas (Kasudin) PPKUKM, Jakarta Pusat, Tienda Damayanti menbenarkan adanya kekisruhan dalam pemilihan kordinator pedagang binaan JP 37-38 pasar Poncol.
“Iya saya dapat laporan ada pemilihan kordinator yang berlangsung kisruh. Saya tidak tahu persis terjadinya penyebab kekisruhan seperti apa karena saya tidak ada di lapangan,” ucal Tienda Damayanti saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).
Tienda mengatakan fungsi dari kordinator pedagang di JP untuk mengkordinir. Di sana ada biaya retribusi yang disetorkan ke kas daerah, ada perda retribusinya. Contoh fungsi kordinator seperti mengkordinir pedagang seperti mengumpulkan biaya kebersihan untuk sampah – sampah ada juga untuk keamanan.
“Kalau dalam aturan di Pergub sendiri kan ketua kelompok, koordinator atau kordinator lapangan (Korlap) memang tidak ada. Jadi memang dipilih oleh mereka sendiri dari pedagang untuk pedagang,” terang Tienda.
Tienda dengan tegas mengatakan tidak boleh ada RT, RW, LMK yang mengintervensi pemilihan kordinator pedagang. Yang terlibat dalam pemilihan adalah orang yang terdaftar di JP 37-38. Jika memang ketua RT, RW ataupun LMK ada lapak dagangnya barulah yang bersangkutan bisa ikut memilih calon kordinator.
“Kalau ada RT, RW dan LMK yang bukan pedagang di JP 37-38 namun mereka mengatakan pedagang, itu yang akhirnya menjazi tanda tanya,” ungkapnya





