Cemburu Perhatian Orangtua, Pelajar 16 Tahun Bunuh Kakak Kandung Pakai Palu

Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsini mengatakan dugaan sementara pembunuhan dipicu masalah keluarga, terutama rasa iri pelaku terhadap perhatian orangtua yang lebih banyak diberikan kepada korban.
Aminuddin Sitompul Hasrul Ekoin
Ilustrasi garis polisi di lokasi kejadian pembunuhan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang pelajar berusia 16 tahun ditangkap setelah diduga membunuh kakak kandungnya menggunakan palu.

Jakarta, Ekoin.co – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang pelajar berinisial MAH (16) nekat membunuh kakak kandungnya sendiri, MAR (22), menggunakan palu di dalam rumah mereka pada Selasa (24/2/2026) sore.

Pelaku langsung diamankan polisi setelah kejadian berdarah tersebut dilaporkan warga. Hingga kini, aparat masih mendalami motif sebenarnya di balik aksi keji yang dilakukan remaja tersebut terhadap saudara kandungnya.

Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsini mengatakan dugaan sementara pembunuhan dipicu masalah keluarga, terutama rasa iri pelaku terhadap perhatian orangtua yang lebih banyak diberikan kepada korban.

“Kita masih penyidikan, namun dugaan awal seputar masalah keluarga. Pelaku ada rasa iri hati terhadap korban karena sering mendapat perhatian orangtuanya,” ujar Ni Luh Sri saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pelaku dikenal sebagai anak yang berperilaku baik dan masih aktif bersekolah. Saat kejadian, di rumah hanya terdapat pelaku, korban, dan ibu mereka, sementara sang ayah sudah berpisah dari keluarga.

“Ibunya punya usaha di luar. Pelaku kegiatannya sekolah, sedangkan korban kuliah,” jelasnya.

Polisi menduga pelaku telah lama menyimpan rasa kesal terhadap kakaknya sebelum akhirnya meluapkannya dalam bentuk kekerasan yang berujung maut.

“Diduga sebelumnya sudah ada rasa kesal yang dipendam pelaku hingga akhirnya terjadi peristiwa tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, jenazah korban masih menjalani proses autopsi di rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian.

“Korban masih diotopsi, hasilnya belum keluar,” kata Ni Luh Sri.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi serta motif pembunuhan yang mengguncang warga tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini