Peretas Pro-Iran Bobol Email Direktur FBI, Ratusan Dokumen dan Foto Pribadi Kash Patel Bocor
Jakarta, Ekoin.co – Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel menjadi target peretasan oleh kelompok yang disebut terafiliasi dengan Iran. Serangan siber tersebut menyebabkan ratusan surat elektronik serta sejumlah foto pribadi Patel bocor dan beredar di internet.
Peristiwa ini dikonfirmasi oleh pihak FBI setelah laporan mengenai kebocoran data tersebut mencuat pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Peretasan tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Handala Hack Team. Kelompok ini dikenal sebagai peretas pro-Palestina yang sebelumnya juga beberapa kali mengklaim melakukan serangan siber terhadap target di Amerika Serikat.
Dalam aksi terbarunya, mereka mempublikasikan berbagai konten yang disebut berasal dari akun email pribadi Patel, termasuk foto-foto serta dokumen yang diduga berkaitan dengan aktivitas pribadi dan pekerjaan.
Foto-foto yang beredar di dunia maya memperlihatkan sejumlah momen pribadi Patel, seperti saat menghisap cerutu, mengendarai mobil klasik, hingga swafoto di depan cermin sambil membawa minuman.
Selain itu, kelompok peretas tersebut juga mengunggah lebih dari 300 email yang diduga merupakan korespondensi pribadi dan dokumen kerja Patel dalam rentang waktu 2010 hingga 2019.
FBI melalui juru bicaranya, Ben Williamson, membenarkan bahwa akun surel milik Patel memang menjadi sasaran serangan.
“Kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi potensi risiko yang terkait dengan aktivitas ini,” ujar Williamson dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan bahwa data yang dipublikasikan tidak berisi informasi rahasia pemerintah.
Menurut Williamson, sebagian besar materi yang bocor hanya mencakup data pribadi serta catatan historis yang tidak terkait dengan operasi resmi FBI atau dokumen sensitif negara.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa kebocoran data pribadi tersebut tidak berdampak langsung pada keamanan nasional maupun operasi intelijen Amerika Serikat.
Kelompok Handala Hack Team disebut oleh sejumlah peneliti Barat sebagai salah satu entitas yang memiliki hubungan dengan unit intelijen siber Iran.
Namun, keterkaitan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Iran. Dalam beberapa kasus sebelumnya, kelompok ini kerap mengklaim aksi peretasan terhadap institusi atau perusahaan yang terkait dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Sebelum peretasan terhadap Patel, Handala juga mengaku telah membobol perusahaan penyedia perangkat dan layanan medis asal Amerika Serikat, Stryker, pada 11 Maret 2026.
Selain itu, pada Kamis, 26 Maret 2026, kelompok tersebut mengklaim telah merilis data pribadi puluhan karyawan perusahaan pertahanan Lockheed Martin yang bertugas di kawasan Timur Tengah.
Gil Messing, kepala perusahaan keamanan siber Check Point, menilai bahwa operasi pembocoran data seperti yang dilakukan Handala merupakan bagian dari strategi tekanan terhadap pejabat Amerika Serikat.
Menurutnya, tujuan utama serangan tersebut adalah mempermalukan target serta menimbulkan kesan kerentanan di kalangan pejabat pemerintah.
“Iran menembakkan apa pun yang mereka miliki,” kata Messing, menggambarkan intensitas serangan siber yang dinilai meningkat di tengah ketegangan geopolitik.
Hingga saat ini, FBI menyatakan masih memantau situasi dan melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah dampak lanjutan. Pihak berwenang juga belum mengumumkan secara rinci metode yang digunakan oleh peretas untuk mengakses akun tersebut.
Namun demikian, lembaga tersebut menegaskan bahwa keamanan sistem internal tetap menjadi prioritas dan investigasi terus berlangsung untuk menelusuri sumber serta skala pelanggaran data. (*)























Tinggalkan Balasan