IHSG Menguat 1,43 Persen ke 7.149, Pasar Harap Perang Timur Tengah Segera Mereda
Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026) pagi. Penguatan ini dipicu oleh sentimen positif dari ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah.
IHSG tercatat naik 101,03 poin atau 1,43 persen ke level 7.149,25 saat pembukaan perdagangan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebut IHSG berpotensi melanjutkan penguatan seiring optimisme pasar global terhadap meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
“IHSG diperkirakan berpotensi rebound karena sentimen positif dari ekspektasi deeskalasi di Timur Tengah. Indeks berpeluang menguji level resistance di kisaran 7.100 hingga 7.200,” ujarnya dalam riset harian.
Dari sisi global, muncul sinyal positif terkait konflik geopolitik. Laporan menyebut Presiden AS Donald Trump membuka peluang untuk mengakhiri konflik tanpa harus kembali membuka Selat Hormuz.
Sementara itu, media pemerintah Iran juga menyampaikan kesiapan untuk mengakhiri konflik dengan syarat adanya jaminan keamanan. Meski kebenaran informasi tersebut masih diragukan, sentimen ini cukup menahan tekanan di pasar global.
Turunnya harga minyak mentah turut menjadi katalis positif bagi pasar saham global, termasuk di Eropa dan Wall Street.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan sejumlah rilis data ekonomi penting, seperti indeks Manufacturing PMI Maret 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 51,2 dari sebelumnya 53,8, dipengaruhi periode libur keagamaan.
Selain itu, neraca perdagangan Februari 2026 diproyeksikan mencatat surplus sebesar 1,2 miliar dolar AS, meningkat dari 0,9 miliar dolar AS pada Januari.
Sementara inflasi Maret 2026 diperkirakan berada di level 0,3 persen secara bulanan (mtm) dan 4,9 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan Februari yang tercatat 0,68 persen (mtm) dan 4,76 persen (yoy).























Tinggalkan Balasan