Antara Meja Operasi dan Meja Hijau: Nasib Emmanuel Ebenezer di Ujung Tanduk

Mantan Wamenaker Noel (Emmanuel Ebenezer) mengaku butuh operasi pembuluh darah otak usai sidang Tipikor. Simak kritiknya terhadap pimpinan KPK.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menilai bahwa pemerintah perlu melakukan pembenahan terhadap penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram (kg) agar tepat sasaran. Langkah ini dirasa lebih penting dalam rangka menghadapi krisis energi dibanding harus mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana diusulkan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). "Kalau subsidi BBM dikurangi kami nggak setuju. Yang diperlukan justru adalah subsidi elpiji 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted," kata Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Ia meminta agar pemerintah tidak hanya melakukan pendekatan berbasis data saja dalam penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram ini. Tapi, juga harus menerapkan mekanisme berlapis, untuk mengetahui keaslian penerimanya. Misalnya, dengan penggunaan identifikasi biometrik.

Jakarta, Ekoin.co – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer alias Noel, mengungkapkan kondisi kesehatannya yang menurun usai menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Noel mengaku mengalami gangguan pada pembuluh darah di otak dan berpotensi harus menjalani tindakan operasi dalam waktu dekat.

“Saya ada masalah pembuluh darah di otak. Kemarin sudah ke rumah sakit, sepertinya butuh tindakan operasi,” ujarnya.

Meski saat ini berstatus sebagai tahanan, Noel memastikan penanganan medis tetap akan dilakukan di rumah sakit. Namun, terkait jadwal operasi dan prosedur lanjutan masih menunggu perkembangan kondisi serta keputusan tim medis.

Dalam kesempatan tersebut, Noel juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat perlakuan yang cukup baik selama berada di rumah tahanan. Namun, ia melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi yang dinilainya tidak adil dalam menangani perkara yang menjeratnya.

“Di rutan itu diperlakukan dengan baik. Tapi yang bermasalah itu pimpinan KPK dan penyidiknya,” kata Noel.

Ia bahkan menuding adanya informasi yang tidak sesuai fakta yang disampaikan ke publik terkait kasusnya. Meski demikian, Noel menegaskan tidak akan gentar menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

“Walaupun saya ditahan, saya tetap punya semangat untuk melawan. Saya tidak takut,” tegasnya.

Kasus yang menjerat Noel masih bergulir di pengadilan, sementara kondisi kesehatannya kini menjadi perhatian di tengah proses hukum yang tengah berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights