BI dan Kemendag Targetkan Indonesia Jadi Pusat Modest Fashion Dunia
Jakarta, Ekoin.co – Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mencanangkan strategi bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion Indonesia di kancah global. Langkah ini diambil melihat potensi besar industri busana muslim yang terus berkembang pesat, baik di pasar domestik maupun internasional, dengan nilai proyeksi mencapai ratusan triliun rupiah dalam beberapa tahun ke depan.
Kolaborasi Strategis untuk Industri Modest Fashion
Dalam pertemuan koordinasi tingkat tinggi, BI dan Kemendag menyepakati sejumlah inisiatif untuk memperkuat ekosistem modest fashion Indonesia. Gubernur BI menegaskan bahwa industri fashion halal, termasuk modest fashion, memiliki daya saing kompetitif yang dapat mendongkrak devisa negara sekaligus memberdayakan pelaku UMKM di berbagai daerah.
Menteri Perdagangan menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Dengan populasi lebih dari 230 juta Muslim dan tradisi busana yang kaya, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi kiblat modest fashion global,” ujar Menteri Perdagangan dalam keterangan resminya.
Strategi Pengembangan Industri Modest Fashion
Beberapa strategi kunci yang akan diimplementasikan meliputi penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha modest fashion, terutama UMKM, melalui skema kredit khusus dan program inkubasi bisnis. BI akan memfasilitasi akses permodalan dengan suku bunga kompetitif untuk mendorong inovasi dan ekspansi produksi.
Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Produk
Kemendag akan mengintensifkan program pelatihan desain, produksi, dan pemasaran bagi desainer serta pengrajin lokal. Program sertifikasi halal dan standarisasi kualitas juga menjadi prioritas agar produk modest fashion Indonesia memenuhi standar internasional dan dapat bersaing di pasar global seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.
Diplomasi Perdagangan dan Promosi Global
Kedua institusi akan menggandeng Kementerian Luar Negeri untuk melancarkan diplomasi ekonomi di berbagai forum internasional. Partisipasi aktif dalam pameran fashion internasional seperti Modest Fashion Week di London, Dubai, dan Istanbul akan ditingkatkan. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah event-event bergengsi untuk menarik perhatian buyer dan investor global.
Potensi Ekonomi yang Menjanjikan
Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report, pasar fashion Muslim global diproyeksikan mencapai USD 402 miliar pada tahun 2024. Indonesia, sebagai produsen dan konsumen terbesar, memiliki peluang menguasai pangsa pasar signifikan jika mampu mengoptimalkan potensi yang ada.
Industri modest fashion Indonesia saat ini menyerap jutaan tenaga kerja, mulai dari petani kapas, penenun kain tradisional, desainer, hingga pelaku e-commerce. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor ini dapat menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Tantangan yang Perlu Diatasi
Meski optimisme tinggi, sejumlah tantangan masih mengemuka. Keterbatasan infrastruktur produksi skala besar, rendahnya literasi digital di kalangan UMKM, serta persaingan ketat dari negara-negara seperti Turki, Malaysia, dan Uni Emirat Arab menjadi kendala yang harus diatasi secara komprehensif.
BI dan Kemendag berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait, termasuk asosiasi industri, desainer, akademisi, dan platform digital. Roadmap pengembangan modest fashion Indonesia hingga 2030 sedang disusun dengan target menjadikan Indonesia sebagai tiga besar eksportir modest fashion dunia.
Langkah konkret yang segera direalisasikan antara lain pembentukan pusat pelatihan dan desain di beberapa kota besar, penguatan branding “Indonesia Modest Fashion” di platform digital global, serta fasilitasi akses pasar melalui perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral. Dengan strategi terintegrasi ini, cita-cita Indonesia menjadi pusat modest fashion dunia bukan lagi sekadar wacana, melainkan target realistis yang dapat dicapai.




















Tinggalkan Balasan