EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
rupiah

Rupiah Ditutup Menguat, Sentuh Rp16.361 per Dolar AS © Bisnis.com

Rupiah Menguat Tipis, Sentuh Level Rp16.361 per Dolar AS.

Peluang penurunan suku bunga The Fed untuk bulan September naik menjadi 87% pada hari Rabu. Sementara itu, banyak pengamat tidak percaya terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2025.

Ibnu Gozali oleh Ibnu Gozali
6 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Rupiah berhasil mengakhiri perdagangan hari ini, Rabu (6/8/2025), dengan performa positif. Mata uang Garuda tersebut menunjukkan penguatan signifikan, menembus level Rp16.361 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan pasar.

Berdasarkan data dari Bloomberg, mata uang rupiah ditutup menguat 28 poin atau setara dengan 0,17% ke level Rp16.361 per dolar AS. Pada saat yang bersamaan, mata uang Negeri Paman Sam justru melemah tipis 0,04% ke level 98,74. Pergerakan ini mengindikasikan adanya pergeseran sentimen di pasar keuangan global.

Pergerakan serupa juga terlihat di kawasan Asia Pasifik, di mana mata uang regional menunjukkan performa yang bervariasi. Misalnya, yen Jepang menguat 0,03% dan dolar Singapura naik 0,05% terhadap dolar AS. Namun, mata uang lainnya seperti dolar Taiwan, won Korea Selatan, yuan China, dan ringgit Malaysia justru mengalami pelemahan.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa sentimen global yang paling dominan berasal dari Amerika Serikat. Penurunan data purchase manager index (PMI) menjadi 50,1 pada Juli, yang berada di bawah perkiraan 51,5, menjadi pemicu utama. Hal ini menunjukkan hampir terhentinya aktivitas jasa dan memicu kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, menurut penjelasan Ibrahim.

Pengaruh Kebijakan The Fed dan Kondisi Domestik

Menurut Ibrahim, sentimen negatif dari AS diperparah oleh laporan penggajian yang menunjukkan sedikitnya penambahan lapangan kerja baru dan naiknya tingkat pengangguran menjadi 4,2%. Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan peluang penurunan suku bunga The Fed. Peluang ini naik menjadi 87% untuk bulan September, yang menjadi faktor penentu penguatan rupiah.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

Di sisi lain, para pelaku pasar juga sedang menanti keputusan penting dari Presiden Donald Trump. Ibrahim menyebutkan bahwa Trump akan segera menunjuk pejabat baru di The Fed, yang akan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral tersebut. Trump sendiri telah mempersempit daftar calon potensial menjadi empat nama, menyingkirkan Menteri Keuangan Scott Bessent dari daftar tersebut.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Perdebatan

Dari dalam negeri, sentimen datang dari ketidakpercayaan banyak pengamat terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2025 yang mencapai 5,12%. Angka ini, meskipun lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 4,87%, dinilai menentang kekhawatiran atas indikator ekonomi yang melemah. Jajak pendapat para ekonom memperkirakan pertumbuhan hanya di angka 4,80%.

Laju pertumbuhan tersebut, lanjut Ibrahim, seperti menentang kekhawatiran yang ada, seperti penurunan penjualan mobil, melemahnya konsumsi, dan kontraksi pada PMI yang mengindikasikan perlambatan. Namun, data menunjukkan konsumsi rumah tangga secara tak terduga menyumbang lebih dari separuh PDB Indonesia. Angkanya naik tipis menjadi 4,97% secara tahunan pada kuartal II/2025, yang merupakan peningkatan dari 4,95% pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan konsumsi ini didukung oleh pengeluaran yang lebih tinggi selama sejumlah hari raya keagamaan dan liburan sekolah. Hal ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di tengah keraguan para pengamat. Dengan demikian, meskipun terjadi ketidaksepakatan, sentimen positif dari sisi konsumsi ini memberikan dukungan bagi pasar domestik.

Pergerakan rupiah esok hari diperkirakan oleh Ibrahim akan mengalami pelemahan. Mata uang ini kemungkinan akan bergerak dalam rentang Rp16.360 hingga Rp16.420 per dolar AS, seiring dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pergerakan ini akan sangat bergantung pada sentimen global, terutama dari Amerika Serikat, serta perkembangan ekonomi di dalam negeri.

Untuk para pelaku pasar dan masyarakat umum, disarankan agar tetap waspada terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif. Memantau perkembangan ekonomi global, khususnya kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi AS, sangat krusial. Selain itu, memperhatikan data ekonomi domestik, seperti angka inflasi dan pertumbuhan PDB, juga penting untuk mengambil keputusan finansial yang bijak. Diversifikasi investasi dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi risiko. Mengingat prediksi pelemahan rupiah besok, disarankan untuk mengelola portofolio dengan hati-hati.

Rupiah ditutup menguat hari ini berkat kombinasi sentimen positif dan negatif dari dalam serta luar negeri. Data ekonomi AS yang melambat meningkatkan peluang penurunan suku bunga The Fed, yang secara langsung menguntungkan rupiah. Di sisi lain, meskipun terdapat keraguan terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga yang kuat menjadi penopang utama. Dinamika ini membuat pasar menjadi sangat menarik, tetapi juga penuh dengan ketidakpastian. Dengan demikian, penting bagi setiap pihak untuk tetap mengikuti perkembangan berita ekonomi secara berkelanjutan. (*)

Tags: dolar ASmata uangpasar globalpertumbuhan ekonomiRupiah menguatsuku bunga The Fed
Post Sebelumnya

Presiden Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Berjalan di Jalur yang Benar

Post Selanjutnya

Investasi Peternakan Babi di Jepara Berakhir dengan Fatwa Haram

Ibnu Gozali

Ibnu Gozali

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

BPS mencatat masih ada 7,35 juta orang pengangguran di Indonesia hingga November 2025.

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 6,66 persen, diikuti Banten, Papua Barat Daya, dan Kepulauan Riau. Sejumlah provinsi lain...

Ilustrasi. Foto: klampok.id

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menekankan bahwa ketersediaan lahan menjadi faktor kunci kelancaran proyek di daerah. Selama lahan siap digunakan, proses konstruksi dapat berjalan...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Post Selanjutnya
babi

Investasi Peternakan Babi di Jepara Berakhir dengan Fatwa Haram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.