EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang Hidup dengan Gangguan Mental Health

WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang Hidup dengan Gangguan Mental Health

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan hingga depresi. Kondisi ini menimbulkan dampak besar, baik secara sosial, kesehatan, maupun ekonomi.

Ray oleh Ray
4 September 2025
Kategori HIBURAN, INTERNASIONAL, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan hingga depresi. Kondisi ini menimbulkan dampak besar, baik secara sosial, kesehatan, maupun ekonomi.

Temuan tersebut tertuang dalam dua laporan terbaru, World Mental Health Today dan Mental Health Atlas 2024, yang dirilis menjelang Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang penyakit tidak menular dan kesehatan mental di New York, 25 September 2025.

“Transformasi layanan kesehatan mental adalah salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling mendesak. Investasi pada kesehatan mental berarti investasi pada manusia, komunitas, dan ekonomi. Tidak ada negara yang bisa mengabaikannya,” tegas Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari laman resmi WHO, Rabu (3/9/2025).

WHO mencatat bunuh diri merenggut sekitar 727.000 jiwa pada 2021, menjadi penyebab kematian utama di kalangan anak muda lintas negara dan kelompok sosial ekonomi. Meski ada upaya global, penurunan angka bunuh diri masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB yang menargetkan penurunan sepertiga pada 2030. Dengan tren saat ini, proyeksi penurunannya hanya 12%.

Gangguan kecemasan dan depresi disebut sebagai masalah paling umum. Dampaknya juga signifikan terhadap ekonomi global, dengan kerugian produktivitas akibat depresi dan kecemasan diperkirakan mencapai US$1 triliun per tahun.

Berita Menarik Pilihan

Mengalunkan Doa dari Sawah dan Lautan, Primitive Monkey Noose Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya”

Viral Sosok Syifa Sebagai WNI Berhijab Jadi Tentara AS Bertugas di Garda Nasional

Laporan Mental Health Atlas 2024 menyoroti masih minimnya investasi. Belanja pemerintah untuk kesehatan mental hanya sekitar 2% dari total anggaran Kesehatan dan menjadi angka yang stagnan sejak 2017. Ketimpangan juga mencolok yaitu pada negara berpenghasilan tinggi bisa mengalokasikan hingga US$65 per orang, sementara negara miskin hanya sekitar US$0,04.

Jumlah tenaga kesehatan mental juga terbatas, dengan median global 13 pekerja per 100.000 orang, dan kekurangan parah di negara berpenghasilan rendah-menengah. Selain itu, hanya kurang dari 10% negara yang berhasil beralih penuh ke model layanan berbasis komunitas. Sebagian besar masih bergantung pada rumah sakit jiwa dengan tingkat rawat inap paksa tinggi dan durasi rawat yang bisa lebih dari setahun.

Meski begitu, ada perkembangan positif. Lebih dari 80% negara kini memasukkan dukungan kesehatan mental dalam respons darurat, naik dari 39% pada 2020. Program promosi kesehatan mental di sekolah, pencegahan bunuh diri, serta layanan rawat jalan dan telehealth juga makin tersedia, meski akses masih timpang.

WHO menegaskan perlunya percepatan transformasi sistem kesehatan mental global melalui:

– Pendanaan yang adil,
– Reformasi hukum dan kebijakan untuk menjamin hak asasi,
– Investasi berkelanjutan pada tenaga kerja kesehatan mental, dan
– Penguatan layanan berbasis komunitas yang berpusat pada individu.

Tags: mentalWHO
Post Sebelumnya

Anggaran KKP Naik Jadi Rp13 Triliun, Menteri Trenggono Ucap Ini

Post Selanjutnya

Wamen ESDM Ungkap Penyebab Stok BBM di SPBU Swasta Kosong

Ray

Ray

Berita Terkait

Mengalunkan Doa dari Sawah dan Lautan, Primitive Monkey Noose Rayakan Kehidupan Lewat "Panen Raya"

Mengalunkan Doa dari Sawah dan Lautan, Primitive Monkey Noose Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya”

oleh Iwan Purnama
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tahun 2026 dibuka dengan sebuah narasi musikal yang membumi dari tanah Kalimantan Selatan. Grup musik Primitive Monkey...

Viral Sosok Syifa Sebagai WNI Berhijab Jadi Tentara AS Bertugas di Garda Nasional

Viral Sosok Syifa Sebagai WNI Berhijab Jadi Tentara AS Bertugas di Garda Nasional

oleh Yudi Permana
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) mengenakan seragam militer Amerika Serikat menjadi viral...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang digelar di Lancaster House, London, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Diplomasi Hijau di London: Raja Charles III Dukung Visi Presiden Prabowo Restorasi 57 Taman Nasional

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Proyek ini diharapkan menjadi pilot project bagi pengelolaan taman nasional lainnya. Tak hanya itu, kerja sama ini juga menyentuh kawasan...

Ilustrasi berbagai sumber makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan yang dipopulerkan melalui tren fibermaxxing di media sosial. Konsumsi serat minimal 25 gram per hari terbukti secara medis dapat memperbaiki mikrobioma usus dan menurunkan risiko kanker kolorektal secara signifikan. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Bukan Sekadar Viral, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Fibermaxxing Wajib Masuk Pola Diet Anda

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Saat Anda mengonsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian, serat tersebut menjadi "bahan bakar" bagi bakteri baik untuk memfermentasi metabolit yang melawan...

Post Selanjutnya
Wamen ESDM Ungkap Penyebab Stok BBM di SPBU Swasta Kosong

Wamen ESDM Ungkap Penyebab Stok BBM di SPBU Swasta Kosong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.