Perang Timur Tengah Bayangi APBN, Airlangga Usul Perppu Jika Defisit Tembus 4 Persen
Jakarta, Ekoin.co – Usulan penerbitan Pperaturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mengantisipasi skenario buruk imbas perang di kawasan Asia Barat yang membuka peluang defisit APBN terhadap PDB dapat melampaui angka tiga persen mencuat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jumat (13/3).
Usulan penetapan Perppu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, jika perang di kawasan tersebut berlanjut, yang berimbas pada naiknya harga minyak mentah dunia, maka defisit APBN tiga persen sulit untuk dipertahankan.
Menko Airlangga kemudian memberi penjelasan penetapan perppu saat masa COVID-19.
“Kita pernah melakukan perppu, Pak Presiden, itu pada saat COVID, tentu (ini menjadi) keputusan politik Pak Presiden,” ujar Menko Perekonomian Airlangga.
Airlangga lalu memaparkan usulan isi perppu yang dapat dibuat oleh pemerintah pada saat ini, mengacu pada yang pernah ditetapkan sebelumnya pada masa COVID-19.
Pertama penerimaan negara ada insentif darurat PPh dan PPN di sektor terdampak, ini tanpa mengubah undang-undang pajak.
Kedua, bea masuk impor ada pembebasan untuk bahan baku tertentu agar ekspor tetap jalan.
Ketiga, penundaan pajak bagi UMKM dan industri padat energi. Ada potensimendapatkan windfall dari PNBP migas dan komoditas.
“Nah ini mungkin kita bisa menghitung untuk kompensasinya, Pak. Biasanya, harga CPO ikut naik dengan harga BBM, kemudian nikel juga bisa naik, emas, tembaga naik. Nah, kita bisa dalam tanda petik mengenakan pajak tambahan,” kata Menko Airlangga kepada Presiden Prabowo.
Dengan adanya perppu, Airlangga meyakini dapat memberikan kondisi yang lebih fleksibel untuk pemerintah.
“Dengan perppu ini, kita langsung, pemerintah punya fleksibilitas untuk perubahan. Kemudian, BLT energi dilanjutkan, dan sosial darurat juga bisa ditambahkan ini dengan perpres, dan penerbitan SBN juga bisa jalan dan bisa menggunakan SAL (Saldo Anggaran Lebih),” usul Menko Airlangga.
Dalam rapat yang sama Airlangga memaparkan tiga skenario imbas perang terhadap keuangan negara manakala perang antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat berlarut hingga 10 bulan.
Dari tiga skenario itu, skenario terburuknya Menko Airlangga memproyeksikan defisit APBN dapat melampaui angka 4 persen.
“Skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga (minyak mentah dunia) 115 (dolar AS per barel), kurs rupiah kita Rp17.500 (per dolar AS), growth-nya 5,2 (persen), (imbal hasil) surat berharga (SBN) 7,2 (persen), defisitnya 4,06 persen,” kata Menko Airlangga. (*)























Tinggalkan Balasan