Ternate, EKOIN.CO- Industri nikel terus berkembang pesat, namun perhatian kini tidak hanya terfokus pada pembangunan smelter. Kata pamungkas nikel menjadi sorotan utama saat PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) menegaskan komitmennya pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global. Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, kedua perusahaan berupaya memastikan tenaga kerja lokal siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terbaru.
General Manager Human Resources WBN, Yudhi Santoso, menegaskan pentingnya pembangunan manusia sebagai pondasi industri. “Melalui program pendidikan dan pelatihan, kami berharap keterlibatan karyawan maupun masyarakat semakin meningkat seiring perkembangan kawasan industri,” ungkapnya, Jumat (19/9/2025).
Nikel Dorong Peningkatan SDM di Kawasan Industri
Program pendidikan yang diluncurkan IWIP dan WBN tidak hanya menyasar karyawan aktif, tetapi juga masyarakat sekitar. Perusahaan menyediakan beasiswa, kerja sama dengan perguruan tinggi, hingga rencana pembangunan politeknik di kawasan industri. Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan SDM berkualitas seiring pertumbuhan industri nikel nasional.
Selain itu, kesempatan studi ke luar negeri juga diberikan kepada siswa berprestasi. Diharapkan, para penerima beasiswa tersebut kembali dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri nikel di Indonesia. Ilham, seorang General Worker dari Departemen ATC yang terpilih dalam program tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya tidak pernah menyangka dan sangat senang bisa mengikuti serta lolos seleksi program pendidikan ke luar negeri. Kesempatan ini membuktikan bahwa siapa pun bisa berkembang jika memiliki niat kuat,” ujarnya.
Upaya ini memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan juga pada peningkatan kualitas masyarakat. Dengan begitu, kehadiran industri nikel dapat memberi manfaat luas dan berkelanjutan, baik bagi daerah maupun bangsa.
Nikel Jadi Pilar Pelatihan dan Kompetensi Tenaga Kerja
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti berbagai program pelatihan yang digelar IWIP dan WBN. Pelatihan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari keterampilan teknis, keselamatan kerja, hingga pengoperasian alat berat. Dengan demikian, tenaga kerja memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri nikel modern.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya memperkuat daya saing tenaga kerja lokal, tetapi juga membantu menekan kesenjangan keterampilan yang sering menjadi tantangan di kawasan industri. Tenaga kerja yang terampil memungkinkan proses produksi lebih efisien, aman, dan berorientasi pada standar global.
Penguatan SDM di sektor nikel juga diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi lokal. Masyarakat yang terlibat dalam program ini akan lebih siap menghadapi tantangan globalisasi industri dan berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi daerah.
IWIP dan WBN menegaskan, investasi pada manusia tidak kalah penting dibanding investasi pada infrastruktur fisik. Keberhasilan industri nikel Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas tenaga kerja yang menopangnya.
Langkah ini juga mendukung visi nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri nikel berkelas dunia. Dengan SDM yang kompeten, industri diprediksi tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga penguat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pengembangan SDM terbukti menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan industri nikel di Indonesia. Upaya IWIP dan WBN membangun kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan menunjukkan strategi jangka panjang yang menyeluruh.
Fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja membuat industri lebih siap menghadapi persaingan global. Dengan demikian, nikel tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga motor penggerak kemajuan sumber daya manusia.
Program beasiswa, kerja sama pendidikan, hingga rencana pembangunan politeknik memperkuat bukti keseriusan perusahaan. Hal ini menjadi sinyal bahwa sektor industri telah bertransformasi ke arah pembangunan manusia.
Kesempatan belajar hingga ke luar negeri membuka ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan. Kembalinya mereka ke tanah air akan memperkaya industri dengan keahlian baru yang relevan.
Ke depan, strategi pengembangan SDM berbasis industri diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja berdaya saing tinggi. Dengan demikian, industri nikel Indonesia dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus menyejahterakan masyarakat. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





