EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA LINGKUNGAN
Kolaborasi Daerah Jadi Kunci Lingkungan Sehat

Sumber dok. kemenlh.go.id

Kolaborasi Daerah Jadi Kunci Lingkungan Sehat

FGD ini menjadi forum penting menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup Jawa Barat tahun 2025.

Agus DJ oleh Agus DJ
28 Mei 2025
Kategori LINGKUNGAN, NASIONAL, PERISTIWA, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

EKOIN.CO – Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa (Pusdal LH Jawa) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 pada Selasa, 27 Mei 2025.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat yang terletak di Jalan Kawaluyaan Indah Raya No. 6, Kota Bandung.

Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh perwakilan dari 12 kabupaten/kota di Jawa Barat, baik secara langsung maupun daring.

Hadir secara langsung Kepala Pusdal LH Jawa, Puji Iswari, dan Kepala DLH Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, bersama sejumlah pejabat lingkungan.

Sementara itu, DLH Kota Cimahi dan DLH Provinsi Jawa Barat hadir secara fisik, sedangkan 11 daerah lainnya berpartisipasi melalui sambungan virtual.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

Penekanan Pentingnya Sinergi Daerah

Dalam sambutannya, Kepala DLH Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk pengelolaan lingkungan.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan program lingkungan hidup tak dapat dipisahkan dari perencanaan yang strategis dan terpadu antarwilayah.

“Perlindungan lingkungan harus dibarengi sinergi yang konsisten antar pemerintah daerah,” ujar Ai.

Ia menegaskan, Jawa Barat menghadapi tantangan serius yang hanya bisa ditangani dengan kerja sama kolektif dan penguatan kelembagaan.

Selain itu, ia mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk aktif menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

Prioritas Isu Lingkungan Jawa Barat

Kepala Pusdal LH Jawa, Puji Iswari, menyampaikan bahwa FGD ini adalah langkah awal penyelarasan arah kebijakan antara pusat dan daerah.

Ia menyebut sejumlah isu utama, seperti pengelolaan sampah dan pengurangan emisi gas rumah kaca, menjadi perhatian utama tahun 2025.

“FGD ini bertujuan menyelaraskan arah kebijakan, program, dan kegiatan perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup antara pemerintah pusat dan daerah,” terang Puji.

Puji juga menekankan pentingnya pendekatan kerja yang partisipatif dan terdesentralisasi untuk menjangkau seluruh wilayah.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini harus tetap mengacu pada kebijakan nasional dan indikator pembangunan berkelanjutan.

Penguatan Program Strategis

Sekretaris DLH Provinsi Jawa Barat, Helmi Gunawan, turut memaparkan program strategis yang dihadapi pemerintah provinsi.

Dalam sesi presentasinya, ia mengangkat tantangan seperti keterbatasan anggaran, kurangnya SDM ahli, dan penegakan hukum yang belum optimal.

“Permasalahan lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama dan hanya bisa diselesaikan melalui sinergi,” kata Helmi.

Ia juga mendorong kabupaten/kota untuk tidak hanya fokus pada proyek infrastruktur, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan konservasi.

Helmi menyatakan bahwa Jawa Barat memerlukan sistem pemantauan lingkungan yang lebih komprehensif dan berbasis data.

Sorotan Wilayah Prioritas

Kepala Bidang Wilayah I Pusdal LH Jawa, Karseno, menjelaskan bahwa fokus utama wilayahnya adalah pengelolaan sampah dan penyusunan RPPLH.

Ia menyampaikan bahwa kawasan padat penduduk, seperti Bekasi dan Depok, menjadi perhatian khusus dalam pengendalian sampah.

“Fokus utama wilayah I adalah pengelolaan sampah dan penyusunan RPPLH tingkat provinsi,” ujar Karseno dalam presentasinya.

Ia menambahkan bahwa Pusdal LH Jawa mendukung penyusunan dokumen lingkungan daerah sebagai pijakan legal dan administratif.

Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah penting untuk memastikan distribusi program dan anggaran berjalan merata dan tepat sasaran.

Harapan Kolaboratif dan Hasil Diskusi

Seluruh peserta yang hadir, baik secara fisik maupun daring, diajak menyatukan langkah dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan peserta memberikan masukan seputar kendala teknis di lapangan serta usulan kebijakan baru.

Beberapa perwakilan daerah meminta adanya pelatihan teknis untuk peningkatan kapasitas SDM pengelola lingkungan di daerah masing-masing.

Selain itu, muncul permintaan agar pusat memberi fleksibilitas dalam pelaksanaan kebijakan sesuai karakteristik lokal.

Kegiatan ini ditutup dengan rangkuman hasil diskusi dan penyerahan dokumen hasil FGD kepada masing-masing perwakilan daerah.


Kesimpulan

Kegiatan FGD ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan perlindungan lingkungan antara pusat dan daerah. Diskusi lintas kabupaten/kota memunculkan banyak perspektif yang memperkaya strategi pengelolaan lingkungan di masa mendatang.

Isu-isu prioritas seperti sampah, limbah B3, dan perubahan iklim menjadi titik tekan yang membutuhkan sinergi teknis dan kebijakan. Peran aktif daerah dalam menyusun RPPLHD dan KLHS menjadi bagian tak terpisahkan dalam perencanaan lingkungan berkelanjutan.

Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten/kota memperlihatkan semangat kolaborasi yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan lingkungan Jawa Barat. Inisiatif ini perlu diikuti dengan langkah konkret di tingkat lokal dan pengawasan dari pusat.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan memperkuat kelembagaan, memperbaiki sistem data, serta mengembangkan inovasi dalam penanganan isu lingkungan. Langkah ini akan memperkuat daya tahan lingkungan sekaligus mendorong pembangunan berwawasan ekologis.


Saran

Pusdal LH Jawa dan DLH Provinsi Jawa Barat disarankan memperluas jangkauan pelatihan dan pendampingan teknis hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Penguatan kapasitas lokal menjadi kunci sukses implementasi kebijakan lingkungan.

Pemerintah perlu mendorong pembentukan forum koordinasi daerah yang melibatkan sektor swasta dan masyarakat sipil untuk meningkatkan efektivitas program. Keterlibatan masyarakat akan memperluas jangkauan perlindungan lingkungan.

Sistem pelaporan dan pemantauan lingkungan perlu diperkuat dengan platform digital yang bisa diakses oleh semua pemangku kepentingan secara real time. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat pendukung kebijakan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan memberi ruang kepada daerah untuk menyesuaikan pelaksanaan kebijakan nasional dengan kondisi lokal, melalui skema desentralisasi adaptif.

Diperlukan kebijakan insentif bagi daerah yang berhasil menjalankan program lingkungan berkelanjutan agar menjadi contoh praktik baik di tingkat nasional.

Tags: Ai SaadiyahDLH Provinsi Jawa Baratemisi gas rumah kacaFGD lingkungan hidupforum koordinasi lingkungankebijakan lingkunganKLHSpengelolaan sampahPuji IswariPusdal LH JawaRPPLHDsinergi antardaerah
Post Sebelumnya

Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup! Tuntut Keadilan Lingkungan

Post Selanjutnya

Indonesia Tawarkan Solusi Pangan di KTT ASEAN

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
Indonesia Tawarkan Solusi Pangan di KTT ASEAN

Indonesia Tawarkan Solusi Pangan di KTT ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.