JAKARTA,Ekoin.co – Maraknya aksi tawuran yang pecah di berbagai titik ibu kota pada awal tahun 2026 memicu reaksi keras dari parlemen lokal.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memberlakukan sanksi administratif berupa pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat tawuran.
Langkah ini diusulkan sebagai bentuk hukuman konkret untuk menekan angka kekerasan jalanan yang kian meresahkan.
Justin menilai, selama ini penanganan tawuran cenderung lembek karena pelaku biasanya hanya didata lalu dipulangkan ke orang tua tanpa konsekuensi yang menyentuh aspek ekonomi keluarga.
“Kita butuh langkah ekstrem. Selama ini banyak pelaku hanya dipulangkan setelah diamankan, tanpa ada efek jera yang nyata. Mencabut bansos bisa menjadi peringatan keras bagi keluarga agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka,” tegas Justin, Sabtu (3/1/2026).
Data lapangan menunjukkan dalam dua hari terakhir, tawuran pecah di beberapa wilayah rawan seperti Manggarai, Klender, hingga Ciracas.
Di Manggarai bahkan aparat kepolisian harus melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa yang beringas pada Jumat sore.
Menurut Justin, fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan pendidikan karakter di lingkup terkecil, yakni keluarga.
Ia menekankan bahwa bansos merupakan dana yang dihimpun dari pajak masyarakat. Oleh sebab itu, bantuan tersebut idealnya disalurkan kepada warga yang memiliki komitmen menjaga ketertiban umum dan norma sosial di Jakarta.
“Bansos itu uang rakyat. Sangat tidak adil jika uang rakyat digunakan untuk memfasilitasi keluarga yang anggotanya justru merusak fasilitas publik dan mengancam nyawa orang lain melalui tawuran,” lanjutnya.
Justin pun meminta Dinas Sosial DKI Jakarta segera merumuskan mekanisme evaluasi penerima bansos yang terintegrasi dengan data kepolisian terkait pelaku tawuran.
Dengan adanya ancaman kehilangan hak bansos, diharapkan orang tua tidak lagi abai dan lebih proaktif membentengi anggota keluarganya dari pengaruh negatif pergaulan jalanan.





