CARACAS,Ekoin.co – Dunia internasional diguncang oleh kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Pasukan elite paling rahasia Amerika Serikat, Delta Force, dilaporkan telah meringkus Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer kilat di Caracas pada Sabtu (3/1/2026).
Klaim mengejutkan ini dilemparkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai serangan terkoordinasi yang “brilian” untuk mengakhiri kekuasaan Maduro yang telah memimpin Venezuela sejak 2013.
“Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara itu setelah operasi penyerangan yang terkoordinasi dengan otoritas penegak hukum AS,” tulis Trump.
Dalam wawancaranya dengan New York Times, Trump menambahkan bahwa serangan ini adalah hasil perencanaan matang yang sangat rahasia.
Kesaksian Ledakan di Caracas Informasi penangkapan ini selaras dengan laporan warga di Ibu Kota Caracas yang mendengar serangkaian ledakan besar sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Suasana mencekam tersebut diyakini sebagai momen ketika unit 1st Special Forces Operational Detachment-Delta melakukan penyergapan ke jantung pertahanan sang presiden.
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, turut memperkuat narasi tersebut lewat unggahan di akun X miliknya. “Maduro akhirnya harus menghadapi keadilan atas segala kejahatannya,” tulis Landau.
Video Perlawanan di Akun Facebook Maduro Hingga berita ini diturunkan, otoritas resmi Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait status fisik sang presiden.
Namun, akun Facebook Nicolas Maduro sempat mengunggah sebuah video yang mengonfirmasi adanya serangan di wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Dalam video tersebut, pihak pro-Maduro menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah berhasil menguasai sumber daya strategis mereka.
“Minyak dan mineral Venezuela tidak akan jatuh ke tangan asing,” bunyi pernyataan tersebut, mengisyaratkan bahwa operasi militer ini berkaitan erat dengan penguasaan cadangan minyak terbesar di dunia.
Mengenal Delta Force: Sang Eksekutor Rahasia Operasi ini kembali melambungkan nama Delta Force, unit kontraterorisme paling elite di Angkatan Darat AS. Berikut adalah fakta di balik ketangguhan mereka:
- Unit Paling Elite: Di bawah kendali langsung Komando Gabungan Operasi Khusus (JSOC), unit ini dirancang khusus untuk pembebasan sandera dan misi-misi paling berisiko.
- Pelatihan Ekstrem: Calon anggota wajib menjalani karantina 6 bulan untuk menguasai kemampuan menembak jitu, bahan peledak, hingga teknik infiltrasi tingkat tinggi.
- Keahlian Khusus: Salah satu syarat unik anggota Delta Force adalah wajib menguasai teknik membuka berbagai jenis gembok, kunci mobil, hingga brankas.
- Identitas Tersembunyi: Anggota Delta Force jarang mengenakan seragam resmi. Mereka lebih sering beroperasi dengan pakaian sipil guna menjaga kerahasiaan identitas dan unit mereka dari publik.
Sejarah mencatat, Trump telah berulang kali mendesak Maduro turun takhta, terutama pasca-tudingan kecurangan pemilu tahun lalu serta isu keterlibatan dalam jaringan narkotika internasional—tuduhan yang selama ini dibantah keras oleh Caracas.





