Figur Berpengaruh di Militer dan Elit Politik Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Apa Langkah Mojtaba Khamenei

Kematian pemimpin tertinggi yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu dikonfirmasi oleh pemerintah Iran beberapa hari setelah serangan terjadi. Peristiwa tersebut memicu proses suksesi kepemimpinan yang harus diputuskan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), yakni lembaga beranggotakan para ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Akmal Solihannoer Yudi Permana
Figur Berpengaruh di Militer dan Elit Politik Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Apa Langkah Mojtaba Khamenei

Teheran, Ekoin.co — Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara di tengah konflik militer yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran setelah keputusan diambil oleh lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi negara.

Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada 28 Februari 2026 setelah serangan udara yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran, ibu kota Iran. Serangan tersebut terjadi pada tahap awal eskalasi konflik yang kemudian berkembang menjadi konfrontasi militer terbuka di kawasan Timur Tengah.

Kematian pemimpin tertinggi yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu dikonfirmasi oleh pemerintah Iran beberapa hari setelah serangan terjadi. Peristiwa tersebut memicu proses suksesi kepemimpinan yang harus diputuskan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), yakni lembaga beranggotakan para ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

Pada 8 Maret 2026, lembaga tersebut menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya. Penetapan tersebut diumumkan oleh televisi pemerintah Iran yang menyebut bahwa keputusan diambil setelah pertemuan para anggota majelis yang membahas suksesi kepemimpinan di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.

Mojtaba Khamenei, ulama berusia sekitar 56 tahun, sebelumnya dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh di lingkungan elit politik dan militer Iran, meskipun ia tidak pernah memegang jabatan pemerintahan secara resmi. Selama bertahun-tahun namanya disebut sebagai salah satu kandidat potensial untuk menggantikan ayahnya jika terjadi pergantian kepemimpinan.

Penunjukan Mojtaba Khamenei terjadi ketika Iran masih terlibat dalam konflik militer yang intens dengan Israel dan Amerika Serikat. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan udara, drone, serta rudal yang menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur strategis di berbagai wilayah.

Majelis Ahli dalam keterangannya menyatakan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi baru dilakukan untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan negara di tengah situasi keamanan yang tidak stabil. Sejumlah pejabat Iran juga menyerukan persatuan nasional setelah kematian Ali Khamenei dan penunjukan pemimpin baru tersebut.

Seorang anggota Majelis Ahli, Ayatollah Ahmad Alamolhoda, mengatakan bahwa proses pemilihan telah dilakukan sesuai dengan mekanisme konstitusional yang berlaku di Iran. “Pemungutan suara untuk memilih pemimpin telah dilaksanakan dan pemimpin telah dipilih,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip oleh media Iran.

Dengan penunjukan tersebut, Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Jabatan tersebut merupakan posisi paling berpengaruh dalam struktur politik Iran karena memiliki kewenangan atas militer, lembaga keamanan, serta arah kebijakan strategis negara.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi pada saat Iran menghadapi tekanan militer dan politik yang meningkat akibat konflik regional yang terus berkembang. Pemerintah Iran menegaskan bahwa struktur pemerintahan tetap berjalan dan negara akan melanjutkan kebijakan pertahanan serta keamanan nasional di bawah kepemimpinan baru. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini