Jakarta, ekoin.co – Pemerintah Indonesia mengungkapkan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat ke Venezuela.
Serangan Amerika itu berisiko menjadi preseden sangat buruk dan berbahaya dalam hubungan Internasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mencermati perkembangan yang terjadi di Venezuela.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” kata Jubir Kemlu RI dikutip dari media sosial X, Senin (5/1).
Kemlu juga menyatakan serangan AS ke Venezjela berisiko mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.
Karena itu, Indonesia menegaskan bahwa komunitas internasional harus menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka dan menentukan sendiri arah dan masa depan perjalanan bangsa mereka.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memandang tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela hal mengkhawatirkan yang dapat menciptakan “preseden berbahaya”.
“Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh – oleh semua pihak – terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Sabtu (3/1).
Menurutnya, Sekjen sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati.
Disebutkan bahwa pimpinan PBB itu sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela sekaligus memperingatkan potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut.
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, “dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum. (*)





