Jakarta, ekoin.co – Jaket Nike Tech Fleece yang dikenakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi sorotan luas di media sosial setelah foto penangkapannya oleh otoritas Amerika Serikat beredar ke publik.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah foto Maduro melalui akun X miliknya. Dalam unggahan itu,
Trump menulis, “Nicolas Maduro on board the USS Iwo Jima.” Unggahan tersebut merujuk pada momen ketika Maduro berada di atas kapal perang Angkatan Laut AS.
Alih-alih fokus pada proses hukum, perhatian warganet justru tertuju pada pakaian yang dikenakan Maduro.
Dalam foto tersebut, Maduro tampak mengenakan hoodie dan celana jogger berwarna abu-abu yang kemudian diidentifikasi sebagai produk Nike Tech Fleece.
Informasi mengenai merek busana itu dengan cepat menyebar di berbagai platform digital.
Berdasarkan laporan Business Insider, pembicaraan mengenai Nike Tech Fleece meningkat signifikan setelah unggahan Trump beredar.
Data Google Trends menunjukkan, pencarian dengan kata kunci “Nike Tech” melonjak tajam setelah foto penangkapan Maduro dipublikasikan.
Percakapan serupa juga terjadi di media sosial X dan TikTok.
Menurut data Peak Metrics, frasa “Nike Tech” tercatat muncul dalam lebih dari 5.000 unggahan per hari di platform X selama periode 3–5 Januari 2026.
Sementara itu, di TikTok, sejumlah pengguna mengunggah konten berupa gambar buatan kecerdasan buatan serta video yang membahas busana tersebut.
Sejumlah pengguna media sosial turut menelusuri harga pakaian yang dikenakan Maduro. Untuk satu set jaket dan celana jogger Nike Tech Fleece, harga gabungannya dilaporkan melebihi US$200 atau sekitar Rp 3,4 juta.
Pada Senin (5/1), jaket Nike Tech Fleece dilaporkan telah habis terjual di situs resmi Nike Amerika Serikat. Namun demikian, pihak Nike menolak memberikan komentar terkait fenomena tersebut.
Berdasarkan arsip Wayback Machine, produk Nike Tech Fleece sebenarnya sudah mengalami kelangkaan stok sejak November hingga Desember 2025, sebelum peristiwa penangkapan Maduro terjadi.
Nicolas Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, di Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/1). Keduanya kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum atas dakwaan yang dikenakan oleh otoritas AS.
Menanggapi perkembangan tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, merespons laporan media internasional yang menyebut pesawat CN-235 buatan Indonesia digunakan dalam operasi penangkapan Maduro.
Pesawat CN-235 diketahui merupakan pesawat angkut taktis hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan perusahaan asal Spanyol, CASA, yang telah digunakan oleh berbagai negara untuk kepentingan militer dan sipil. (*)





