Bogor, Ekoin.co — Pemerintah akhirnya bergerak menyelamatkan salah satu jejak tertua peradaban Nusantara.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau langsung relokasi Prasasti Muara Cianten di Kabupaten Bogor, Jumat (16/1/2026).
Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini terancam rusak akibat rendaman Sungai Cisadane. Usianya diperkirakan berasal dari abad ke-4 hingga ke-5 Masehi, masa Raja Purnawarman.
“Ini bukan sekadar batu, melainkan penanda lahirnya sejarah bangsa,” tegas Fadli.
Kawasan Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, dikenal sebagai pusat tinggalan Tarumanegara, bersama Prasasti Ciaruteun dan Kebon Kopi yang disebut arkeolog sebagai prasasti tertua di Indonesia.
Relokasi dilakukan sebagai langkah penyelamatan darurat setelah kajian panjang sejak 2008 dan validasi ulang 2023. Prasasti ini berstatus Cagar Budaya Nasional (SK 204/M/2016).
Batu andesit berukuran 2,7 x 1,4 x 1,4 meter tersebut memuat piktograf dan aksara sangkha yang merekam jejak kekuasaan Purnawarman.
“Nilainya bukan hanya arkeologis, tapi juga identitas dan edukasi bangsa,” ujarnya.
Pemindahan melibatkan Kementerian Kebudayaan, Pemkab Bogor, TNI-Polri, dan warga setempat.
Pemerintah menegaskan, penyelamatan ini menjadi awal pengelolaan kawasan Ciaruteun sebagai pusat sejarah nasional.
Sekali prasasti rusak, yang hilang bukan hanya batu—melainkan ingatan bangsa.





