EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS PERTANIAN
Mentan Amran Gunakan Pendekatan Padat Karya untuk Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana

Mentan Amran Gunakan Pendekatan Padat Karya untuk Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana

Yudi Permana oleh Yudi Permana
17 Januari 2026
Kategori PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Lhokseumawe Aceh, Ekoin.co — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penggunaan pendekatan padat karya dalam rehabilitasi sektor pertanian pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Andi Amran menyatakan, pemerintah pusat menanggung seluruh biaya perbaikan sawah yang rusak, sementara pengerjaannya dilakukan langsung oleh pemilik lahan.

Skema ini dimaksudkan agar petani tetap memperoleh penghasilan selama proses pemulihan berlangsung.

“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Benih gratis, pengolahan tanah, sampai irigasi semuanya ditanggung pusat. Ini perintah langsung Presiden,” kata Andi Amran dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (17/1).

Ia menjelaskan, melalui pendekatan padat karya, seluruh pemilik sawah terdampak dilibatkan secara aktif.

Berita Menarik Pilihan

Negara Gaji Petani, Mentan Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

Prabowo Subianto Menolak Intervensi Politik Dalam Distribusi Pupuk

Para petani bekerja di lahan masing-masing dan menerima upah harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Pendapatan hariannya cukup untuk kebutuhan harian. Mereka bekerja di sawah sendiri, sementara pengolahan tanah, benih, dan irigasi dibantu pemerintah pusat,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, luas lahan sawah yang direhabilitasi di Aceh mencapai sekitar 10.000 hektare. Proses tersebut membutuhkan sekitar 200.000 hari orang kerja (HOK) yang dibayarkan secara harian.

Untuk percepatan pemulihan, pemerintah menargetkan perbaikan lahan dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang rampung dalam waktu maksimal tiga bulan. Target tersebut berlaku untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Khusus Aceh, bersamaan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang kategori ringan dan sedang maksimal tiga bulan sudah selesai,” ujar Andi Amran.

Selain mengandalkan tenaga petani, Kementerian Pertanian juga memanfaatkan teknologi dalam proses rehabilitasi. Pemerintah menyiapkan traktor untuk pengolahan tanah, memperbaiki jaringan irigasi secara intensif, serta menggunakan teknologi drone untuk menangani lahan yang tertimbun lumpur tebal.

“Ini teknologi baru yang kita gunakan,” katanya.

Di tengah proses rehabilitasi, Andi Amran memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman.

Ia menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 3,2 juta ton dan dinilai mencukupi kebutuhan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

“Pangan tidak ada masalah di tiga provinsi, bahkan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Data Kementerian Pertanian mencatat, total lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai sekitar 98.000 hektare, dengan Aceh sekitar 32.000 hektare.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi Soeharto menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam merehabilitasi sektor pertanian pasca bencana. Komisi IV DPR RI juga menyatakan siap mendukung tambahan anggaran jika diperlukan.

“Kalau untuk kepentingan daerah bencana, kami tentu akan menyetujui,” kata Siti Hediati yang akrab disapa Titiek Soeharto. (*)

Tags: AcehAmran SulaimanMentanPasca BencanaPendekatan Padat KaryaRehabilitasi Pertaniansawah
Post Sebelumnya

Wamen HAM Turun Langsung Awasi Sekolah Rakyat, Pastikan Anak Miskin Belajar Aman dan Bermartabat

Post Selanjutnya

Nyaris Hanyut Sungai, Prasasti Era Raja Purnawarman Diselamatkan Negara

Yudi Permana

Yudi Permana

Berita Terkait

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Negara Gaji Petani, Mentan Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

oleh Noval Verdian
18 Januari 2026
0

“Petani bekerja di lahannya sendiri dan dibayar. Ini arahan Presiden untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga sekaligus melindungi ekonomi petani,”...

Prabowo Subianto Menolak Intervensi Politik Dalam Distribusi Pupuk

Prabowo Subianto Menolak Intervensi Politik Dalam Distribusi Pupuk

oleh Akmal Solihannoer
1 Oktober 2025
0

Jakarta,EKOIN.CO-Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan sikapnya terkait dugaan adanya kader partainya yang meminta proyek distribusi...

Bapanas Ingatkan Mutu Beras di Gudang Bulog Harus Cepat Dikeluarkan

Bapanas Ingatkan Mutu Beras di Gudang Bulog Harus Cepat Dikeluarkan

oleh Akmal Solihannoer
30 September 2025
0

Jakarta EKOIN.CO - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan pentingnya menjaga mutu beras dalam gudang Bulog agar...

Bendungan Cijurey di Jonggol Pacu Produksi Padi Hingga 463%

Bendungan Cijurey di Jonggol Pacu Produksi Padi Hingga 463%

oleh Ray
27 September 2025
0

Jakarta, EKOIN.CO - PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Bendungan Cijurey yang berlokasi di Kecamatan Cariu, Kecamatan Sukamakmur, dan...

Post Selanjutnya
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau langsung relokasi Prasasti Muara Cianten di Kabupaten Bogor, Jumat (16/1/2026).

Nyaris Hanyut Sungai, Prasasti Era Raja Purnawarman Diselamatkan Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.