EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Kilauan logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas dunia kembali bangkit ke level US$4.670 per troy ons pada Senin (19/1/2026), seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven oleh investor global. (Foto: Istimewa)

Kilauan logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas dunia kembali bangkit ke level US$4.670 per troy ons pada Senin (19/1/2026), seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven oleh investor global. (Foto: Istimewa)

Harga Emas Diprediksi Tembus US$10.000, Masih Berani Tunda Beli?

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
19 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Logam mulia kembali membuktikan kesaktiannya sebagai aset perlindungan nilai (safe-haven).

Setelah sempat terpukul aksi ambil untung (profit taking), harga emas dunia tancap gas pada pembukaan perdagangan pekan ini dan sukses merebut kembali level psikologis di atas US$4.600 per troy ons.

Berdasarkan data pasar spot, Senin (19/1/2026) pagi, harga emas terpantau melonjak tajam 1,67 persen ke posisi US$4.670,99 per troy ons.

Lonjakan ini sekaligus menghapus tren negatif akhir pekan lalu saat emas sempat anjlok ke level US$4.594 akibat isu de-eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Premi Risiko dan Geopolitik AS-China

Berita Menarik Pilihan

Pipa Bocor Rugi Jutaan Barel, Tapi Bahlil Pede Pasang Target Langit 610 Ribu BPH di 2026

Akselerasi Likuiditas Akhir Tahun: Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun Dipicu Lonjakan Kredit

Analis Marex, Edward Meir, menilai koreksi yang terjadi sebelumnya merupakan fenomena wajar di tengah kenaikan agresif selama berminggu-minggu.

Meredanya protes di Iran serta sikap wait and see Presiden AS Donald Trump sempat menghilangkan sebagian premi risiko pasar.

Namun, faktor ketidakpastian perdagangan antara AS dan China, terutama pasca-kesepakatan tarif semikonduktor AS-Taiwan, kembali memicu kekhawatiran global.

Di sisi lain, kebijakan moneter The Fed yang diprediksi baru akan memangkas suku bunga pada Juni mendatang tetap menjaga daya tarik emas di mata investor.

Ramalan Gila Wall Street: Menuju US$10.000?

Optimisme terhadap “sang kuning” tampaknya belum mencapai puncaknya. Sejumlah analis kenamaan Wall Street justru mengeluarkan prediksi yang fantastis untuk beberapa tahun ke depan:

  • Edward Meir (Marex): Memprediksi emas menyentuh US$5.000 per troy ons pada tahun ini.
  • Ed Yardeni (Yardeni Research): Memproyeksikan angka US$6.000 dalam waktu dekat, dan meramal emas akan menyentuh US$10.000 pada tahun 2030 akibat defisit anggaran global yang membengkak.
  • Swiss Asia Capital: Memperkirakan harga emas akan berada di level US$8.000 pada tahun 2028.

Emas tetap menjadi primadona utama untuk melindungi kekayaan dari ancaman depresiasi dolar AS dan ketidakpastian tensi internasional yang berkelanjutan.

Tags: ekonomi globalemas Antamharga emas hari iniInvestasi Emas 2026Prediksi Harga Emassafe havenWall Street
Post Sebelumnya

IHSG Tembus Level 9.075 Saat Dana Asing Banjiri Pasar, Kebijakan Tarif Trump Jadi Bayang-Bayang Global

Post Selanjutnya

Memasuki Usia 90 Tahun, Raja Salman Jalani Perawatan Medis Singkat di RS Spesialis Raja Faisal

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memaparkan target lifting minyak 2026 di depan anggota Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026)

Pipa Bocor Rugi Jutaan Barel, Tapi Bahlil Pede Pasang Target Langit 610 Ribu BPH di 2026

oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
0

Seolah belum cukup, sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana mengobral lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas baru...

Pertumbuhan didorong kuat oleh uang beredar sempit (M1) yang tumbuh $14,0\%$ ($yoy$), menandakan likuiditas di masyarakat sangat tinggi untuk transaksi jangka pendek.

Akselerasi Likuiditas Akhir Tahun: Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun Dipicu Lonjakan Kredit

oleh Ainurrahman
23 Januari 2026
0

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 35,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber dok kemenkeu.go.id

Purbaya Yudhi Lantik Pejabat DJP Demi Integritas Pegawai Pajak

oleh Agus DJ
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik empat pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP)...

Pelaksana Tugas Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Ferdinan D. Purba, menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

LPS Tahan Bunga Penjaminan hingga Mei 2026, Sinyal Stabilitas Perbankan Tetap Terjaga

oleh Iwan Purnama
23 Januari 2026
0

LPS juga mengingatkan perbankan untuk mematuhi ketentuan penjaminan simpanan, termasuk memastikan tingkat bunga yang diberikan kepada nasabah tidak melampaui TBP.

Post Selanjutnya
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud

Memasuki Usia 90 Tahun, Raja Salman Jalani Perawatan Medis Singkat di RS Spesialis Raja Faisal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.