Garut, Ekoin.co – Pondok Pesantren memiliki peran strategis menyiapkan keder pemimpin umat dan bangsa Indonesia di masa depan. Karena itu para santri jangan takut bermimpi mengejar impiannya.
Pesan tersebut disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Najaahan, Garut, Jawa Barat, Minggu (18/1).
Dalam kunjungan tersebut, Gugun Gumilar menyalurkan mushaf Al-Qur’an untuk Pondok Pesantren Najaahan. Tujuannya sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter santri.
Gugun Gumilar menegaskan penyaluran mushaf Al-Qur’an merupakan ikhtiar untuk memperkuat tradisi keilmuan pesantren, sekaligus mendorong santri agar terus mengembangkan kapasitas intelektual melalui pendidikan tinggi.
“Santri hari ini harus berani bermimpi besar. Dengan pendidikan tinggi, santri dapat menjadi ulama yang mendalam ilmunya, cendekiawan yang tercerahkan pikirannya, sekaligus pemimpin masa depan yang berakhlak,” ujar Gugun kepada media, Senin (19/1).
Ia juga menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia.
“Pesantren adalah kawah candradimuka kepemimpinan bangsa. Santri yang berilmu, berakhlak, dan peduli pada umat adalah aset besar Indonesia di masa depan,” tambahnya.
Para kiai dan pimpinan pesantren menyambut baik kunjungan tersebut serta mengapresiasi perhatian Kementerian Agama RI terhadap penguatan pesantren. Mereka menegaskan komitmen untuk terus mendorong santri agar unggul dalam keilmuan agama, pendidikan formal, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan ini disambut langsung Pengasuh Pondok Pesantren Najaahan Garut KH. Yusuf Soban. Turut hadir ulama dan pimpinan pesantren, antara lain KH. Aceng Nurjaman (Ketua Forum Pondok Pesantren), KH. Ubaidillah Harits (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Barat), KH. Afif Yahya (Sekretaris LBM PWNU Jawa Barat), serta Kyai Nurkholis dari Pondok Pesantren Kempek Cirebon. Kegiatan ini juga diikuti oleh para santri Pondok Pesantren Najaahan.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren, sekaligus meneguhkan peran pesantren sebagai pusat lahirnya ulama, cendekiawan, dan pemimpin masa depan Indonesia yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan. (*)





