Jakarta, Ekoin.co — Setelah sempat mencatat penguatan signifikan, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (22/1/2026).
Harga emas turun Rp 15.000 per gram, dari Rp 2.805.000 menjadi Rp 2.790.000 per gram.
Penurunan harga ini juga tercermin pada harga buyback yang ditawarkan Logam Mulia.
Investor yang ingin menjual emasnya kini menerima harga Rp 2.635.000 per gram, turun sebesar Rp 15.000 dari posisi sebelumnya.
Dengan kondisi ini, selisih atau spread antara harga jual dan buyback tercatat mencapai Rp 155.000 per gram.
Koreksi ini menegaskan karakter emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Investor diingatkan bahwa keuntungan optimal biasanya baru terasa dalam kurun waktu tahunan.
Misalnya, mereka yang membeli emas pada 22 Januari 2025 di harga Rp 1.606.000 per gram kini masih menikmati yield sebesar 64,07 persen.
Bagi investor jangka pendek, penurunan harga hari ini menjadi peringatan akan volatilitas harian.
Ika membeli emas di pagi hari dengan harga Rp 2.790.000 dan menjual di hari yang sama, nilai yang diterima hanya Rp 2.635.000 per gram.
Oleh karena itu, perhitungan untung-rugi sebelum transaksi menjadi sangat penting.
Koreksi harga emas terjadi di tengah tekanan pasar keuangan domestik, termasuk aksi jual investor asing yang menekan indeks saham.
Meski demikian, bagi investor tradisional, penurunan harga seperti ini sering dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi aset atau strategi “buy on weakness” guna memperkuat portofolio jangka panjang.





