Jakarta, Ekoin.co – Kurs rupiah pagi ini menguat seiring meredanya sengketa perebutan Greenland antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang turut memicu sentimen positif di pasar.
Bahkan sejumlah analis memperkirakan kurs rupiah akan terus menguat hingga akhir pekan ini.
Mengutip data Bloomberg, Jumat (23/1) pukul 09.21 WIB, kurs rupiah diperdagangkan di level Rp16.848 per dolar AS, menguat 48 poin atau 0,28 persen dibandingkan posisi penutupan Kamis (22/1) di level Rp16.896 per dolar AS.
Kurs rupiah diperkirakan akan terus menguat terhadap dolar AS didorong oleh membaiknya perkembangan terkait Greenland yang memicu sentimen risk on di pasar keuangan.
Selain itu, sikap Bank Indonesia yang dinilai less dovish pada pertemuan RDG BI pada Rabu kemarin juga masih memberikan dukungan bagi pergerakan rupiah.
“Range kurs rupiah pada kisaran Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS,” kata Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong dikutip dari Indo Premier Sekuritas, Jumat (23/1).
Trump Melunak
Diketahui, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan pembatalan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk menguasai Greenland.
Trump beralasan bahwa kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait Greenland telah berhasil dicapai.
Keputusan yang diumumkan melalui media sosial pada Rabu (21/1) ini menandai titik balik yang cukup drastis bagi presiden AS tersebut, setelah sebelumnya gencar menekan Eropa. Langkah ini diambil menyusul pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Di sisi lain, belanja pribadi Amerika Serikat tercatat meningkat dengan laju yang solid pada November, mencerminkan ketahanan konsumsi masyarakat pada awal musim belanja liburan. (*)




