Jakarta, Ekoin.co – Sebuah rumah tinggal di kawasan padat Jalan Kedoya Raya, Jakarta Barat, ternyata menjadi kedok bagi operasional laboratorium gelap (clandestine lab) narkotika jenis tembakau sintetis berskala besar.
Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar aktivitas ilegal tersebut dalam sebuah penggerebekan senyap pada Kamis (22/1/2026) dini hari.
Dalam operasi ini, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial V (25) yang diduga kuat berperan sebagai produsen sekaligus otak di balik “pabrik rumahan” yang telah mengeruk keuntungan hingga miliaran rupiah tersebut.
Kasat mata, rumah bernomor 05 di Blok 72 tersebut tampak seperti hunian biasa, namun di dalamnya tersimpan infrastruktur produksi narkoba yang cukup masif.
Kanit 1 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Daniel, mengungkapkan bahwa laboratorium ini memiliki kapasitas produksi yang sangat mengkhawatirkan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menyita berbagai barang bukti mulai dari 534 mililiter bibit sintetis cair, puluhan gram tembakau siap edar, puluhan botol spray, gelas takar, hingga cairan kimia aseton yang digunakan sebagai bahan pelarut.
Yang mengejutkan adalah skala ekonomi dari bisnis haram ini. Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa tersangka V telah mengoperasikan laboratorium tersebut selama hampir dua tahun, terhitung sejak April 2024 hingga Januari 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, estimasi total nilai penjualan yang berhasil dibukukan mencapai angka fantastis, yakni Rp7,2 miliar.
AKP Daniel menambahkan, jika laboratorium tersebut tidak segera dibongkar, potensi produksi jangka pendeknya mampu mencapai 10.000 gram tembakau sintetis dengan nilai pasar menembus Rp5 miliar.
Pengungkapan ini menjadi alarm keras bagi pengawasan keamanan di tingkat pemukiman. Tersangka V diketahui menjalankan skema distribusi yang rapi guna menghindari pantauan otoritas selama hampir dua tahun lamanya.
Saat ini, tersangka beserta seluruh perangkat laboratorium dan bahan kimia terlarang telah diamankan di Mapolda Metro Jaya.
Kepolisian kini tengah melakukan pengembangan intensif untuk melacak jaringan pemasok bahan baku kimia serta jaringan pengedar yang membantu mendistribusikan produk “Kedoya” ini ke pasar gelap.
Keberhasilan pembongkaran clandestine lab ini diharapkan dapat memutus rantai pasokan tembakau sintetis yang kian mengancam generasi muda di ibu kota.
Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi industri narkotika rumahan yang kerap memanfaatkan celah di kawasan padat penduduk.
Kasus ini kini dalam penanganan serius penyidik untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan aktor intelektual lain di belakang tersangka V dalam sindikat produksi narkotika sintetis nasional.





