Drama 7 Gol, Persik Harus Akui Keunggulan Bhayangkara

Danang F Pradhipta Yudi Permana Danang F Pradhipta
Pemain persik Kediri Jon Toral saat melewati hadangan pemain Bhayangkara FC. Dalam laga tersebut Persik harus mengakui keunggulan Bhayangkara 3-4. (Ig Persik)

Kediri, Ekoin.co – Persik Kediri harus mengakui keunggulan tim tamu Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 3-4 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Jumat (20/2) malam.

Gol Cepat Bhayangkara Kagetkan Persik

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka. Persik justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-6 melalui tandukan Slavko Damjanovic yang memanfaatkan kemelut hasil tendangan bebas. Skor berubah menjadi 0-1.

Tertinggal satu gol, Persik meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-33 lewat sepakan jarak jauh Kiko Carneiro yang membuat skor imbang 1-1.

Namun, Bhayangkara kembali unggul menjelang turun minum. Nehar Sadiki mencetak gol pada menit ke-38 usai menerima umpan Ryo Matsumura. Skor 2-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Jual Beli Serangan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Jose Enrique Rodriguez menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-51 melalui bola rebound di depan gawang.

Keunggulan kembali berpihak kepada Bhayangkara pada menit ke-59 lewat gol Jean Befolo Mbarga. Enam menit berselang, Persik kembali membalas melalui Ernesto Gomez yang memanfaatkan umpan Adrian Luna sehingga skor menjadi 3-3.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Bernard Doumbia mencetak gol pada menit ke-87 setelah menerima umpan Sidibe. Gol tersebut memastikan kemenangan Bhayangkara dengan skor 4-3.

Evaluasi Lini Pertahanan

Laga yang diguyur hujan deras itu juga diwarnai kartu merah untuk Kiko Carneiro, membuat Persik harus bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan.

Dengan hasil tersebut, Persik tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 26 poin, sedangkan Bhayangkara naik ke peringkat ke-8 dengan 32 poin.

Pelatih Persik, Marcos Reina, mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal. Namun, ia menyoroti lemahnya koordinasi lini pertahanan.

“Ini bukan masalah siapa yang hilang di posisi mana, tapi secara keseluruhan adalah masalah satu tim. Kami harus bertahan lebih baik lagi,” ujarnya. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini