Langkah Tersendat Diputaran Dua, Borneo FC Mencoba Bangkit
Samarinda, Ekoin.co – Langkah Borneo FC Samarinda pada putaran kedua BRI Super League mulai menemui hambatan. Kekalahan 1-2 dari Dewa United Banten FC pada pekan sebelumnya membuat Pesut Etam gagal melanjutkan tren positif.
Hasil tersebut juga membuat jarak poin dengan pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung, melebar menjadi empat angka. Meski demikian, pelatih kepala Fabio Lefundes memastikan optimisme timnya tidak surut.
“Target kami sejak awal adalah meraih poin sebanyak mungkin. Sekarang kami sudah memainkan 22 pertandingan dan baru tergeser ke posisi ketiga,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Mencoba Bangkit di Kandang
Kesempatan bangkit terbuka pada pekan ke-23 saat Borneo FC menjamu Arema FC di Stadion Segiri, Samarinda. Lefundes menilai persaingan papan atas masih sangat terbuka dan semua tim memiliki peluang yang sama.
“Bukan hanya kami yang menghadapi mereka, tapi mereka juga harus menghadapi kami. Kami akan berjuang sampai akhir kompetisi untuk mencapai target yang sudah kami tetapkan,” tegasnya.
Ia juga menyadari tantangan ke depan tidak ringan, termasuk jadwal padat selama bulan puasa serta menghadapi tim-tim kuat di sisa musim.
Evaluasi Laga Kontra Dewa United
Mengenai kekalahan dari Dewa United, Lefundes menilai timnya sebenarnya memulai pertandingan dengan baik sebelum kehilangan kontrol permainan.
“Setelah ada beberapa hal yang kami kehilangan, terutama dalam organisasi permainan, kami kebobolan dan itu memengaruhi konsentrasi tim,” jelasnya.
Borneo FC sempat tertinggal dua gol sebelum memperkecil kedudukan menjadi 2-1 jelang turun minum. Pada babak kedua, sejumlah perubahan dilakukan untuk memperbaiki situasi, namun peluang yang didapat gagal dimaksimalkan.
“Mereka punya banyak peluang, kami juga punya, tapi kami tidak bisa memaksimalkannya,” tambahnya.
Selain aspek teknis, Lefundes turut menyinggung kondisi lapangan yang dianggap kurang mendukung gaya bermain timnya. Ia bahkan melakukan pergantian pemain sebelum babak pertama usai demi menyesuaikan taktik.
“Saya sangat tidak suka mengganti pemain sebelum babak pertama selesai. Tapi saat itu kami kesulitan saat build up, jadi ini murni keputusan taktikal, bukan karena pemain bermain buruk,” pungkasnya.
Dengan kompetisi yang masih panjang, Borneo FC menatap laga kandang sebagai momentum penting untuk kembali ke jalur persaingan juara. (*)






















Tinggalkan Balasan