Inovasi Penginderaan Jauh Mentransformasi Pengelolaan Pertanahan Nasional

BRIN Dorong Inovasi Penginderaan Jauh untuk Tata Ruang Kota. Sumber dok brin.go.id

Jakarta, Ekoin.co – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Geoinformatika (PRGI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fahmi, menekankan pentingnya pemanfaatan inovasi penginderaan jauh melalui teknologi geospatial artificial intelligence atau GeoAI. Langkah strategis ini sangat diperlukan dalam memperbaiki tata kelola perkotaan di Indonesia agar lebih efektif dan efisien. Penjelasan tersebut disampaikan secara mendalam dalam kegiatan Webinar BRIN Talks About Geoinformatics’ Hot Topics (BRIGHTS) yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026.

Teknologi canggih tersebut memungkinkan dilakukannya deteksi otomatis terhadap bangunan serta klasifikasi kerusakan secara mendalam. Selain itu, sistem ini mampu melakukan analisis perubahan lahan secara cepat dalam skala kota hingga mencapai tingkat nasional. Fahmi menjelaskan bahwa penerapan inovasi penginderaan jauh akan mentransformasi pengelolaan pertanahan dari sistem administratif yang bersifat statis menjadi sebuah sistem yang lebih cerdas serta prediktif terhadap masa depan.

Pertanahan harus menjadi instrumen ketangguhan kota karena data spasial yang akurat akan menjadi dasar keadilan dalam pengambilan kebijakan, jelas Fahmi saat memaparkan materi. Menurutnya, kota-kota besar di Indonesia saat ini tumbuh dengan sangat pesat sehingga sering kali melampaui kapasitas tata kelola yang ada. Kondisi tersebut menyebabkan persoalan pertanahan menjadi sangat dinamis sekaligus rawan terhadap konflik kepentingan maupun dampak langsung dari berbagai bencana alam.

Penerapan Inovasi Penginderaan Jauh untuk Ketangguhan Kota

Fahmi juga menyoroti bahwa fenomena bencana perkotaan bukan hanya sekadar kejadian fisik di lapangan melainkan juga fenomena pertanahan. Beliau menyatakan bahwa status dan fungsi tanah hampir selalu terdampak secara langsung ketika peristiwa tersebut terjadi. Oleh karena itu, inovasi penginderaan jauh melalui citra satelit berperan sangat strategis dalam menyediakan data spasial pertanahan yang bersifat aktual, objektif, dan konsisten bagi para pemangku kebijakan.

Citra satelit memiliki kemampuan luar biasa dalam merekam sejarah perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu secara akurat. Data ini sangat mendukung proses inventarisasi bidang tanah serta mampu mendeteksi perubahan pemanfaatan lahan secara dini sebelum menjadi masalah besar. Selain itu, teknologi satelit sangat membantu otoritas terkait dalam melakukan penilaian dampak bencana secara sistematis dan terukur di seluruh wilayah terdampak.

Proses teknis dalam inovasi penginderaan jauh ini mewajibkan citra satelit melalui tahapan georeferensi yang sangat ketat. Penggunaan ground control point atau GCP yang diukur dengan perangkat GNSS geodetis menjadi syarat mutlak sebelum data diinterpretasikan lebih lanjut. Fahmi menambahkan bahwa penggunaan data elevasi atau DEM menjadi keharusan pada wilayah dengan topografi bergelombang untuk memastikan tingkat presisi yang tinggi.

Akurasi adalah kunci utama dalam pemetaan karena tanpa uji akurasi melalui independent check point, peta tidak memiliki legitimasi teknis, tegas Fahmi. Beliau memperingatkan bahwa legitimasi teknis sangat diperlukan agar setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah memiliki landasan fakta yang kuat. Melalui integrasi antara citra satelit resolusi tinggi dan data sosial, pemerintah dapat menghasilkan peta risiko berbasis bidang tanah yang sangat detail.

Strategi Inovasi Penginderaan Jauh dalam Mitigasi Bencana

Dalam konteks penanggulangan bencana, inovasi penginderaan jauh dapat diaplikasikan pada berbagai skenario kejadian darurat di wilayah padat penduduk. Pemanfaatannya mencakup pemantauan kebakaran hutan, banjir besar, gempa bumi, hingga kecelakaan industri yang melibatkan kebocoran bahan kimia berbahaya. Pada kasus banjir, citra satelit efektif untuk mendeteksi genangan aktual serta memantau wilayah-wilayah yang mengalami penurunan muka tanah secara berkelanjutan.

Analisis terhadap perubahan pola atap melalui citra resolusi tinggi juga memungkinkan identifikasi bangunan yang roboh akibat gempa bumi secara cepat. Dengan integrasi citra satelit, data pertanahan, dan data sosial, kita bisa menghasilkan peta risiko berbasis bidang tanah guna menentukan prioritas mitigasi secara adil, ujar Fahmi. Pendekatan berbasis fakta ini diharapkan mampu meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa di masa mendatang.

Kepala PRGI BRIN, M. Rokhis Khomarudin, turut memberikan pandangan terkait perkembangan pesat teknologi satelit saat ini yang semakin mendetail. Beliau menyampaikan bahwa kemajuan resolusi spasial dan frekuensi perekaman data harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penataan ruang perkotaan. Rokhis menilai bahwa kemudahan akses data satelit sekarang ini memberikan peluang besar bagi pengelolaan kota yang lebih presisi dan adaptif.

Data-data itu bukan hanya untuk pengamatan saja tetapi dapat dimanfaatkan secara strategis dalam penataan perkotaan dan penyusunan tata ruang, ujar Rokhis. Beliau menegaskan bahwa data satelit juga berfungsi sebagai instrumen penting untuk mengevaluasi berbagai kebijakan pembangunan yang telah berjalan. Dengan dukungan data yang kuat dan terintegrasi, setiap keputusan yang diambil otoritas terkait akan menjadi lebih terukur serta transparan.

Pemanfaatan inovasi penginderaan jauh yang masif diharapkan mampu menciptakan sistem pertanahan yang tangguh terhadap dinamika risiko bencana di Indonesia. Transformasi digital dalam bidang geospasial ini menjadi jawaban atas tantangan kompleksitas pertumbuhan kota yang semakin padat dan dinamis. Keberadaan teknologi GeoAI memberikan kecepatan analisis yang tidak mungkin dilakukan secara manual dalam waktu yang singkat.

Transparansi dalam pengambilan kebijakan berbasis bukti akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintah. Selain itu, keadilan dalam penataan ruang dapat tercapai karena setiap bidang tanah dianalisis secara objektif tanpa adanya bias informasi. Sinergi antara lembaga riset seperti BRIN dan kementerian terkait sangat krusial untuk memastikan teknologi ini diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Melalui diskusi ilmiah BRIGHTS ini, BRIN berupaya menyosialisasikan pentingnya pembaruan teknologi dalam menjawab persoalan tata ruang nasional. Inovasi penginderaan jauh bukan lagi sekadar alat pendukung melainkan telah menjadi kebutuhan primer dalam manajemen perkotaan modern. Harapannya, seluruh wilayah di Indonesia dapat menerapkan sistem penginderaan jauh ini demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan aman bagi masyarakat.

Peneliti BRIN menekankan bahwa keberhasilan penerapan teknologi ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi para praktisi geospasial di tingkat daerah perlu terus ditingkatkan secara berkala. Dengan demikian, kedaulatan data spasial nasional dapat terjaga serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa Indonesia.

Penerapan teknologi penginderaan jauh harus dilakukan secara konsisten agar perubahan lahan terpantau dengan akurat setiap saat. Pemerintah perlu memperkuat regulasi mengenai standar akurasi data spasial demi menjaga kualitas informasi yang dihasilkan. Masyarakat juga diharapkan mulai memahami pentingnya data geospasial dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal mereka.

Kerja sama lintas sektoral merupakan faktor penentu dalam mengintegrasikan data satelit ke dalam sistem administrasi pertanahan nasional. Sosialisasi mengenai manfaat teknologi GeoAI perlu diperluas agar menjangkau seluruh pemangku kepentingan di daerah-daerah terpencil. Transformasi ini menjadi langkah besar menuju Indonesia yang lebih cerdas dalam mengelola setiap jengkal tanahnya.

Pengembangan infrastruktur data spasial yang andal akan mempercepat proses pemulihan pasca bencana di berbagai wilayah perkotaan. Inovasi penginderaan jauh memberikan pandangan yang lebih luas bagi perencana kota dalam merancang pemukiman yang aman. Mari kita dukung penuh upaya riset dan inovasi ini demi masa depan perkotaan Indonesia yang lebih baik.

Investasi pada teknologi penginderaan jauh memberikan keuntungan jangka panjang bagi stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Data yang akurat meminimalkan risiko sengketa lahan yang sering kali menghambat proses pembangunan infrastruktur penting. Keberlanjutan inovasi ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Kesimpulannya adalah penggunaan teknologi citra satelit dan GeoAI merupakan solusi konkret bagi kompleksitas persoalan pertanahan di Indonesia saat ini. Ketangguhan kota terhadap bencana dapat ditingkatkan secara signifikan melalui penyediaan data spasial yang aktual dan objektif bagi pengambil keputusan. Legitimasi teknis melalui uji akurasi data menjadi pondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan strategis pembangunan perkotaan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini