Lazio Ditahan Imbang Atalanta 2-2, Maurizio Sarri Curhat Atmosfer Suporter di Olimpico

Akmal Solihannoer Yudi Permana
Lazio Ditahan Imbang Atalanta 2-2, Maurizio Sarri Curhat Atmosfer Suporter di Olimpico

Roma, Ekoin.co – Pertandingan leg pertama semifinal Coppa Italia antara Lazio dan Atalanta berakhir imbang 2-2 di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (4/3/2026) waktu setempat. Hasil tersebut membuat peluang kedua tim untuk melaju ke final masih terbuka menjelang leg kedua di Bergamo pada 21 atau 22 April mendatang.

Dalam laga tersebut, Lazio dua kali unggul lebih dahulu. Tuan rumah membuka keunggulan melalui Fisayo Dele-Bashiru lewat penyelesaian di dalam kotak penalti. Selanjutnya, Boulaye Dia menggandakan skor melalui sontekan jarak dekat yang memanfaatkan situasi di depan gawang.

Akan tetapi, Atalanta mampu merespons di setiap momen tertinggal. Mario Pasalic mencetak gol penyeimbang pertama bagi tim tamu. Berikutnya, Yunus Musah menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya sehingga skor 2-2 bertahan hingga laga usai.

Pertandingan berlangsung dalam situasi yang tidak biasa. Berdasarkan laporan panitia, hanya sekitar 5.000 tiket yang terjual untuk laga semifinal tersebut. Sejumlah kelompok suporter memilih berada di luar stadion sebagai bentuk protes terhadap Presiden klub, Claudio Lotito. Suara nyanyian dan kembang api dari luar arena terdengar hingga ke dalam stadion sepanjang pertandingan.

Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, menyampaikan tanggapannya seusai laga. Ia menyebut timnya tampil di level tinggi menghadapi lawan yang dinilai kuat, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan.

“Kami puas dengan performanya, karena kami bermain di level tinggi melawan tim kuat di tengah periode yang sulit,” ujar Sarri kepada Sport Mediaset.

Meski demikian, Sarri mengungkapkan penyesalan atas hasil imbang tersebut. Ia menilai dukungan penuh suporter di dalam stadion dapat memberikan dampak berbeda terhadap hasil akhir pertandingan.

“Di sisi lain, kami menyesali hasilnya. Sayangnya, dan saya tegaskan, sayangnya, tim mulai terbiasa dengan situasi di dalam stadion ini. Mengerikan untuk mengatakannya, karena ini adalah situasi yang benar-benar menyedihkan. Sekali lagi malam ini kami merasa jika ada 45.000 orang di tribun, kami mungkin bisa membawa pulang kemenangan,” kata Sarri.

Selain membahas atmosfer stadion, Sarri juga menyinggung kondisi timnya sepanjang musim ini. Ia menjelaskan bahwa absennya sejumlah pemain akibat cedera memengaruhi konsistensi performa Lazio, termasuk posisi di klasemen kompetisi domestik.

“Posisi di klasemen adalah dampak dari tahun di mana kami menderita karena absennya banyak pemain. Masalahnya adalah bagaimana tampil kompetitif secara konsisten. Sulit ketika Anda terus-menerus kehilangan enam atau tujuh pemain,” ujarnya.

Secara teknis, Sarri memberikan penilaian terhadap lini serang dan lini tengah timnya. Ia menyoroti kecepatan Dele-Bashiru yang disebut mampu berlari hingga 35 kilometer per jam dalam melakukan penetrasi. Namun demikian, ia menyatakan bahwa tim membutuhkan keseimbangan serta tambahan produktivitas gol untuk menjaga keunggulan.

“Untuk menjadi lebih konsisten, kami butuh deretan penyerang yang bisa menjamin lebih banyak gol. Sayangnya, kami kekurangan itu karena berbagai alasan musim ini. Artinya, satu kesalahan saja cukup untuk menghapus keunggulan kami,” tambahnya.

Dengan hasil ini, penentuan tiket final akan berlangsung pada leg kedua di markas Atalanta. Pemenang agregat dari duel tersebut dijadwalkan menghadapi salah satu dari Inter Milan atau Como yang bertanding di semifinal lainnya.

Sarri memastikan timnya tetap menargetkan hasil maksimal pada pertemuan berikutnya. “Kami akan pergi dan berjuang untuk kualifikasi di sana. Jika kami bermain seperti malam ini, maka kami bisa melakukannya,” tuturnya. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini