Banten dan Lampung Berebut Tuan Rumah PON 2032, KONI Pusat Mulai Terima Dokumen Pencalonan
Jakarta, Ekoin.co — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi menerima dokumen persyaratan dari KONI Provinsi Banten dan KONI Provinsi Lampung yang mengajukan diri sebagai bakal calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.
Dokumen pencalonan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid dan Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa.
Marciano menyambut baik langkah kedua daerah tersebut yang menunjukkan keseriusan untuk menjadi penyelenggara ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.
“Alhamdulillah hari ini kami menerima audiensi dari KONI Lampung dan KONI Banten dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai bakal calon tuan rumah PON XXIII tahun 2032,” ujar Marciano dalam keterangan tertulis.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, khususnya Gubernur Banten dan Gubernur Lampung, yang dinilai aktif mendukung proses pencalonan wilayahnya sebagai tuan rumah.
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menyampaikan bahwa hampir seluruh persyaratan administrasi yang diminta oleh KONI Pusat telah disiapkan oleh pihaknya.
Dari total 17 dokumen yang dipersyaratkan, sebanyak 16 di antaranya telah rampung. Satu dokumen lainnya disebut masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan dapat segera dilengkapi dalam waktu dekat.
“Sebanyak 16 persyaratan sudah kami siapkan dan satu lagi sedang dalam proses. Insya Allah hari ini juga akan kami selesaikan,” kata Taufik.
Setelah seluruh dokumen diterima, proses berikutnya akan dilakukan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang bertugas memverifikasi kelengkapan administrasi serta kesiapan daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno mengungkapkan adanya perubahan jadwal penutupan pendaftaran bakal calon tuan rumah PON 2032.
Jika sebelumnya batas waktu pendaftaran ditetapkan hingga 1 Mei 2026, kini jadwal tersebut dimajukan menjadi 1 April 2026.
“Yang tadinya persyaratan akan ditutup pada 1 Mei, kini pendaftaran kami tutup pada 1 April karena pada bulan Mei akan digelar Rakernas KONI 2026,” ujar Suwarno.
Setelah masa pendaftaran berakhir, KONI Pusat akan melakukan tahap visitasi atau kunjungan penilaian ke daerah-daerah yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah.
Visitasi yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 itu akan menitikberatkan pada kesiapan fasilitas olahraga, khususnya venue untuk cabang olahraga Olimpiade.
Selain itu, KONI menegaskan bahwa penyelenggaraan PON ke depan diharapkan memaksimalkan fasilitas olahraga yang telah tersedia, sehingga tidak memerlukan pembangunan venue baru yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hasil visitasi nantinya akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026 yang direncanakan berlangsung pada Mei mendatang. Forum tersebut juga akan dilanjutkan dengan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa untuk membahas berbagai agenda penting terkait pengembangan olahraga nasional.























Tinggalkan Balasan