Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa, Sirene Perang Menggema di Tel Aviv

Dalam pernyataan resmi militer yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB dan Tasnim, Angkatan Udara Republik Islam Iran menyebut serangan itu menyasar kilang minyak, fasilitas gas, serta tangki penyimpanan bahan bakar yang disebut sebagai milik “rezim Zionis” Israel.
Ilustrasi serangan drone Iran ke fasilitas kilang minyak dan tangki bahan bakar Israel di Haifa di tengah meningkatnya konflik militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Jakarta, ekoin.co — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas energi Israel di Kota Haifa pada Selasa (10/3/2026).

Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas serangan sebelumnya yang menghantam depot penyimpanan minyak Iran.

Dalam pernyataan resmi militer yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB dan Tasnim, Angkatan Udara Republik Islam Iran menyebut serangan itu menyasar kilang minyak, fasilitas gas, serta tangki penyimpanan bahan bakar yang disebut sebagai milik “rezim Zionis” Israel.

Militer Iran menyatakan operasi tersebut merupakan respons langsung atas serangan yang lebih dulu menargetkan fasilitas energi Iran di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak akhir Februari lalu.

“Angkatan udara Iran, sebagai respons terhadap serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa,” demikian pernyataan militer Iran.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut hingga apa yang mereka sebut sebagai “kemenangan kebenaran atas kebohongan”.

Di sisi lain, militer Israel melalui Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi adanya peluncuran proyektil dari wilayah Iran menuju Israel. Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan langsung diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.

Seorang koresponden kantor berita Rusia, RIA Novosti, melaporkan sirene peringatan serangan udara terdengar di Tel Aviv serta sejumlah wilayah di Israel tengah. Ledakan juga terdengar di langit yang diduga berasal dari upaya sistem pertahanan udara mencegat roket yang masuk.

Sistem peringatan roket Israel mencatat alarm aktif di sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan Yerusalem dan sebagian wilayah Tepi Barat.

Sebelumnya, pada Senin (9/3/2026), satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka di wilayah Israel tengah akibat pecahan roket yang jatuh setelah serangan dari Iran.

Konflik ini memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran setelah kematian Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil dalam serangan pada 28 Februari lalu.

Operasi militer tersebut melibatkan serangan udara terhadap berbagai target di Iran, termasuk instalasi militer dan beberapa lokasi sipil, yang mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dalam skala luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini