BI Catat Penjualan Eceran Februari 2026 Tumbuh 6,9 Persen, Dorongannya dari Ramadan dan Belanja Lebaran

"Kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Subkelompok Sandang," papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Rabu (11/3).
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Aktivitas masyarakat berbelanja di pusat perbelanjaan menjelang Ramadan dan Idulfitri yang mendorong peningkatan penjualan eceran nasional.

Jakarta, Ekoin.co – Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan dan bulanan. Peningkatan itu tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 6,9% (yoy).

“Kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Subkelompok Sandang,” papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Rabu (11/3).

Tak hanya tahunan, secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat sebesar 4,4% (mtm). Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.

Pada Januari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 5,7% (yoy), terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta  Subkelompok Sandang. Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 terkontraksi sebesar 2,7% (mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah HBKN Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu April 2026, diprakirakan turun, sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026, diprakirakan  meningkat.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 sebesar 153,9, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Maret 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca HBKN Idulfitri 1447 H.

“Sementara itu, IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juni 2026 sebesar 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru,” kata Ramdan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini