IHSG Menguat ke Level 7.484 di Tengah Bayang-Bayang Perang Iran vs AS–Israel

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini pukul 09.40 WIB, minyak jenis WTI tercatat naik 1,67 persen di level 84,84 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent naik 1,36 persen di level 88,99 dolar AS per barel. 
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di tengah sentimen global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Jakarta, Ekoim.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.

Rabu (11/3) pagi, IHSG dibuka menguat 43,86 poin atau 0,59 persen ke posisi 7.484,77. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,81 poin atau 0,50 persen ke posisi 763,75.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyampaikan, meski terjadi rebound di pasar saham dan penguatan Rupiah, pasar keuangan Indonesia masih diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini.

“Tekanan terhadap pasar akibat ketidakpastian global yang masih tinggi,” katanya.

Dari perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, volatilitas pasar dipicu oleh informasi yang simpang siur terkait keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz.

Sempat muncul klaim bahwa Angkatan Laut AS telah berhasil mengawal kapal tanker, namun kemudian dibantah oleh pemerintah AS sendiri.

Di sisi lain, terdapat laporan bahwa Iran diduga menempatkan ranjau di Selat Hormuz yang menambah kekhawatiran investor, sehingga masih memberikan tekanan ke pasar saham global.

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini pukul 09.40 WIB, minyak jenis WTI tercatat naik 1,67 persen di level 84,84 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent naik 1,36 persen di level 88,99 dolar AS per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini