Ribuan Mahasiswa Demo Karhutla Serentak, Desak Pemerintah Tak Tinggal Diam
Ekoin.co – Ribuan mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia turun ke jalan secara serentak untuk menyuarakan keprihatinan atas dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah dengan kabut asap. Aksi ini digelar di beberapa titik strategis, termasuk di depan gedung-gedung pemerintahan, sebagai bentuk desakan agar negara mengambil langkah lebih tegas menangani krisis lingkungan yang berulang setiap tahun.
Tuntutan Utama Aksi Mahasiswa
Dalam orasi mereka, perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini dilakukan atas nama masyarakat yang terdampak langsung oleh kabut asap, khususnya warga di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Mereka menuntut pemerintah segera mempercepat penanganan darurat, termasuk dukungan logistik dan operasional bagi relawan pemadam yang berjuang di lapangan. DPR juga didesak untuk tidak tinggal diam terhadap sikap negara tetangga, Singapura, yang dinilai belum menunjukkan dukungan konkret menghadapi dampak lintas batas dari karhutla.
Sejumlah organisasi relawan melaporkan kesulitan dalam hal pendanaan operasional penanganan karhutla di lapangan. Pertemuan daring antara relawan dan Menteri Kehutanan baru-baru ini difokuskan pada pencarian solusi atas kebutuhan logistik dan koordinasi penanganan yang masih dinilai kurang maksimal di sejumlah titik api.
Dampak Kesehatan dan Kerugian Ekonomi
Dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Sejumlah laporan menyebutkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak asap, dengan korban anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan. Sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk tidak abai terhadap dampak kesehatan jangka panjang ini, terutama bagi generasi muda yang terus terpapar kualitas udara buruk dalam waktu lama.
Dari sisi ekonomi, kerugian akibat karhutla tahun ini diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah, mencakup kerugian sektor pertanian, kehutanan, transportasi, hingga biaya kesehatan masyarakat. Angka ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan hanya isu lingkungan semata, melainkan juga berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan.
Respons Pemerintah dan Langkah Teknis
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan penggunaan teknologi dry ice sebagai salah satu metode rekayasa cuaca untuk membantu mempercepat turunnya hujan buatan di wilayah terdampak asap tebal. Metode ini digunakan sebagai pelengkap strategi pemadaman konvensional yang sudah berjalan di lapangan, terutama di titik-titik yang sulit diakses oleh tim darat.
Mahasiswa dalam aksinya juga meminta agar pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi memicu kebakaran baru, sekaligus mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran lahan ilegal, baik perorangan maupun korporasi.
Proyeksi Penanganan ke Depan
Dengan tekanan publik yang terus meningkat melalui aksi-aksi demonstrasi, pemerintah dihadapkan pada tuntutan untuk mempercepat penyelesaian krisis karhutla secara struktural, bukan sekadar respons darurat musiman. Koordinasi lintas kementerian, dukungan anggaran yang memadai, serta kerja sama regional dengan negara tetangga dinilai menjadi kunci agar bencana asap tahunan ini tidak terus berulang di masa mendatang.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v























Tinggalkan Balasan