Banjir Bandang Terjang Padang, 120 Rumah Terendam dan Jalan Terputus

Banjir bandang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, merendam 120 rumah dan memutus akses jalan antarkecamatan. Ratusan warga dievakuasi ke posko darurat.
PT Bank Negara Indonesia meraih tujuh penghargaan dari dua ajang bergengsi global 2026, memperkuat posisinya di transaction banking, treasury, dan digital banking. Prestasi membanggakan perbankan Indonesia.(foto:istimewa)

Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), menyebabkan kerusakan luas yang melumpuhkan aktivitas warga. Setidaknya 120 rumah terendam air dan beberapa ruas jalan utama terputus akibat luapan sungai yang dipicu hujan deras selama lebih dari delapan jam tanpa henti.

Kronologi Banjir dan Wilayah Terdampak

Menurut laporan BPBD Kota Padang, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sejak Sabtu sore hingga malam hari. Debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga di beberapa kecamatan, termasuk Koto Tangah, Kuranji, dan Pauh. Ketinggian air di beberapa titik mencapai satu hingga dua meter, memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain merendam rumah, banjir juga merusak infrastruktur jalan penghubung antarkecamatan. Akses jalan dari Kecamatan Kuranji menuju pusat kota terputus total, sementara beberapa jembatan dilaporkan mengalami kerusakan struktur akibat terjangan arus deras.

Evakuasi Warga dan Posko Darurat

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak. Hingga Minggu (11/10/2026) siang, tercatat sekitar 350 jiwa telah dievakuasi ke posko pengungsian. BPBD mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan kepada para pengungsi.

Kepala BPBD Kota Padang menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap jumlah korban dan kerugian material. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga.

Dampak Ekonomi dan Kerusakan Infrastruktur

Banjir bandang juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pasar tradisional dan warung di sepanjang bantaran sungai terendam. Petani di kawasan Koto Tangah melaporkan bahwa lahan pertanian mereka rusak akibat tergenang air dan tertutup lumpur. Para pelaku UMKM di sekitar kawasan terdampak juga terpaksa menghentikan aktivitas usaha sementara waktu.

Pemerintah Kota Padang berencana mengajukan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penyaluran bantuan dan rehabilitasi.

Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut

BMKG memperingatkan bahwa potensi hujan lebat dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan. Warga di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir diminta tetap waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights