108 Kasus KEkerasan Perempuan & Anak di Aceh, Dinas P3AP2KB Berikan Pemahaman Kepada Tenaga Pendidik

Teks Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida SH Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Banda Aceh Miliki 108 Kasus Kekerasan, Tenaga Pendidik Diberi Pemahaman tentang Isu Kekesaran, https://aceh.tribunnews.com/2025/06/08/banda-aceh-miliki-108-kasus-kekerasantenaga-pendidik-diberi-pemahaman-tentang-isu-kekesaran. Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi (Istimewa)

Banda Aceh, EKOIN.CO- Para tenaga pendidik dari 32 sekolah di Banda Aceh diberikan pemahaman tentang isu kekerasan yang kerap menimpa dunia pendidikan. Hal itu guna meningkatan kesadaran akan pentingnya isu kekerasan.

Pasalnya lingkungan pendidikan jadi salah satu tempat yang kerap terjadinya kekerasan. Berdasarkan data Dinas P3AP2KB, didampingi oleh UPTD PPA, di Kota Banda Aceh terdapat 108 kasus kekerasan yaitu perempuan 60 kasus dan anak 48 kasus.

Kasus tertinggi masih didominasi dalam lingkup domestik dan lainnya di ranah publik termasuk satuan pendidikan. Lewat sosialisasi mengenai kekerasan anak dan dampaknya, diharapkan para tenaga pendidik mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Serta berfokus pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di satuan pendidikan.
Pemberian pemahaman tentang kekerasan pada anak itu dilaksanakan dalam sebuah Pelatihan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas P3AP2KB Banda Aceh, Selasa (3/6/2025) lalu.

Kepala Dinas P3AP2KB, Cut Azharida, SH menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan nanti dapat meningkatnya pengetahuan dan pengenalan hak-hak anak, serta bahaya kekerasan, adanya pemahaman tentang bagaimana cara mencegah dan melayani jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak dan yang terakhir terwujudnya pengembangan sekolah yang ramah anak.

“Untuk itu kami mengajak kita semua dan para pendidik untuk menjadi teladan dalam menciptakan budaya positif di sekolah. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang mendukung pertumbuhan karakter yang baik,” pinta Cut. (EKOIN.CO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini