JAKARTA EKOIN.CO – Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A lintas utara-selatan dari Bundaran HI hingga Kota menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data resmi PT MRT Jakarta (Perseroda), hingga akhir Juni 2025, perkembangan konstruksi telah mencapai 49,99%, melebihi target semula yang ditetapkan sebesar 48,5%.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @mrtjkt dan dikutip pada Rabu (2/7/2025). Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan proyek transportasi massal berbasis rel tersebut yang tengah berlangsung di pusat ibu kota.
PT MRT Jakarta menjelaskan bahwa mereka kini menargetkan penyelesaian konstruksi mencapai 53,29% pada akhir tahun 2025. Target ini ditetapkan sebagai bagian dari komitmen percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan yang aman, modern, dan efisien.
Progres Melebihi Target
Dalam unggahan tersebut, pihak MRT Jakarta menyampaikan optimisme terhadap kelanjutan proyek. “PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pada akhir 2025 mendatang, konstruksi dapat menyelesaikan 53,29 persen pekerjaannya,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Hingga pertengahan tahun, pekerjaan konstruksi terus menunjukkan tren positif. Capaian 49,99% per Juni 2025 ini menunjukkan bahwa pengerjaan berlangsung dengan efisien dan konsisten dalam memenuhi tenggat waktu yang direncanakan sejak awal.
Proyek MRT fase 2A ini menghubungkan kawasan Bundaran HI menuju Kota Tua Jakarta. Fase ini menjadi bagian dari strategi pengembangan transportasi publik dalam rangka mengurai kemacetan yang kerap terjadi di koridor pusat bisnis hingga kawasan wisata sejarah ibu kota.
Pencapaian ini juga mencerminkan kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi DKI Jakarta, kontraktor, dan pihak-pihak pendukung lainnya dalam mendukung program strategis nasional tersebut.
Rencana Penyelesaian Akhir Tahun
Dengan sisa waktu sekitar enam bulan menuju akhir tahun, PT MRT Jakarta optimistis bisa mengejar target baru sebesar 53,29%. Evaluasi berkala terus dilakukan guna menjaga mutu, ketepatan waktu, dan aspek keselamatan konstruksi.
Proyek fase 2A ini memiliki sejumlah titik stasiun penting, termasuk stasiun Monas dan Harmoni yang akan menjadi pusat integrasi antar moda transportasi publik lainnya, seperti TransJakarta dan LRT Jakarta.
Pembangunan jalur bawah tanah juga tengah berlangsung dengan metode konstruksi tunnel boring machine (TBM). Teknologi ini dipilih karena lebih minim gangguan terhadap aktivitas permukaan dan ramah lingkungan.
Meski menghadapi tantangan teknis di beberapa titik padat aktivitas perkotaan, pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai rencana. Hingga kini, tidak dilaporkan adanya hambatan besar dalam pengerjaan struktur utama.
Pihak MRT Jakarta juga menyampaikan bahwa masyarakat akan mendapatkan manfaat besar dari proyek ini, baik dari segi kenyamanan perjalanan, efisiensi waktu, maupun pengurangan emisi kendaraan bermotor.
Selain itu, kehadiran MRT di wilayah utara-selatan Jakarta akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memudahkan mobilitas harian warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang lintasan.
PT MRT Jakarta menegaskan pentingnya peran serta publik dalam mendukung kelancaran proyek, terutama dengan mengikuti aturan keselamatan di sekitar lokasi konstruksi dan menghindari area yang sedang dibangun.
Sebagai bagian dari komitmen transparansi, PT MRT Jakarta rutin membagikan perkembangan proyek melalui media sosial dan situs resmi perusahaan agar masyarakat dapat memantau secara langsung progresnya.
Proyek MRT Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, namun juga menjadi simbol transformasi mobilitas perkotaan berbasis keberlanjutan dan kualitas hidup warga yang lebih baik.
Dengan memperluas cakupan layanan MRT hingga kawasan Kota Tua, Jakarta diharapkan dapat memadukan aspek historis dan modernitas dalam satu kesatuan sistem transportasi yang terintegrasi.
Untuk menjaga ritme percepatan pembangunan, pengawasan teknis dilakukan secara ketat oleh tim manajemen proyek dengan melibatkan tenaga ahli dari dalam dan luar negeri.
Selain fase 2A, rencana jangka panjang pengembangan MRT Jakarta juga mencakup fase 2B dan fase selanjutnya yang akan menjangkau wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.
Melalui proyek ini, Jakarta ingin menyaingi kota-kota besar dunia yang telah memiliki jaringan MRT modern sebagai tulang punggung transportasi urban mereka.
Seluruh pembangunan dilakukan sesuai standar internasional, dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, kualitas infrastruktur, serta efisiensi biaya dalam jangka panjang.
PT MRT Jakarta berharap proyek ini bisa menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan terjadwal.
Peningkatan progres ini sekaligus memperkuat harapan publik terhadap penyelesaian tepat waktu dan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh warga kota.
masyarakat terus memberikan dukungan terhadap proyek MRT Jakarta dengan mengikuti perkembangan secara aktif, memahami pentingnya transportasi massal, serta menjaga keamanan di sekitar lokasi pembangunan.
Pemerintah dan pihak swasta juga diharapkan meningkatkan kolaborasi agar pembangunan MRT dapat tuntas sesuai rencana, tanpa hambatan berarti dari sisi pendanaan maupun pelaksanaan teknis.
Dengan komitmen bersama, Jakarta berpeluang besar menjadi kota dengan sistem transportasi publik yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Keberhasilan progres MRT fase 2A ini bisa menjadi contoh baik dalam manajemen proyek infrastruktur perkotaan yang transparan dan berorientasi pada hasil.
Akhirnya, percepatan pembangunan MRT Jakarta harus dijadikan bagian dari transformasi menyeluruh terhadap tata kelola transportasi publik demi masa depan kota yang lebih baik.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





