NEW DELHI, EKOIN.CO – India mengambil langkah strategis dengan mengirimkan surat edaran resmi kepada negara-negara anggota BRICS untuk menghentikan penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi perdagangan. Kebijakan ini mengarahkan seluruh pembayaran antaranggota BRICS dilakukan menggunakan mata uang rupee, sebagai bagian dari strategi mengurangi dominasi dolar di pasar global. Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN di sini
Bank Sentral India, Reserve Bank of India (RBI), pada Selasa (13/8) merilis instruksi kepada perbankan nasional untuk membuka lebih banyak rekening Vostro tanpa memerlukan persetujuan awal. Melalui mekanisme ini, ekspor dan impor dapat diselesaikan sepenuhnya dalam rupee, tanpa melalui konversi ke dolar AS.
Langkah tersebut diambil hanya sepekan setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap produk asal India. Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi menilai kebijakan baru ini sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai tukar rupee sekaligus merespons tekanan perdagangan dari Washington.
BRICS Perkuat Perdagangan Berbasis Rupee
Tidak hanya mengirimkan edaran ke BRICS, India juga menyasar negara lain di luar kelompok tersebut. Dengan kebijakan ini, pembayaran lintas batas bisa dilakukan langsung dalam rupee, memotong jalur transaksi dolar yang selama ini mendominasi.
RBI menyebut, skema ini akan meningkatkan posisi tawar India di perdagangan internasional. Perusahaan asing kini tidak perlu lagi meminta izin RBI untuk membuka rekening Vostro. Perbankan lokal akan memfasilitasi pembukaannya, sehingga pelaku usaha lebih leluasa menggunakan rupee dalam penyelesaian transaksi.
“Ini pada dasarnya merupakan perjanjian antarbank yang mirip dengan sistem perbankan koresponden,” tulis laporan RBI yang dikutip Watcher Guru, Kamis (14/8). Menurut RBI, skema ini akan memberi keunggulan kompetitif bagi BRICS dan menghindari beban tarif tinggi dari AS.
Strategi Mengurangi Dominasi Dolar
Penggunaan rupee dalam perdagangan lintas negara diharapkan meminimalkan risiko fluktuasi kurs dolar. India juga menargetkan terciptanya ekosistem perdagangan yang lebih stabil di kawasan, terutama di tengah ketegangan dagang dengan Amerika Serikat.
Sejumlah analis memandang, langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa BRICS semakin solid dalam membentuk sistem keuangan alternatif. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan dorongan Tiongkok dan Rusia yang sejak beberapa tahun terakhir mengurangi cadangan dolar mereka.
Bagi India, penggunaan rupee sebagai mata uang transaksi internasional bukan hanya soal kedaulatan moneter, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor perbankan domestik. Dengan Vostro account yang lebih mudah diakses, potensi peningkatan arus perdagangan dinilai signifikan.
Para pelaku ekspor-impor di India diprediksi akan mendapatkan keuntungan dari pengurangan biaya konversi mata uang. Selain itu, kebijakan ini membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berpartisipasi dalam perdagangan lintas negara tanpa terbebani prosedur perbankan yang rumit.
Langkah ini juga mengirim pesan politik yang jelas ke Washington bahwa India memiliki jalur alternatif dalam perdagangan global. Dengan BRICS yang mencakup negara-negara ekonomi besar, posisi rupee di peta perdagangan dunia berpotensi semakin kuat.
RBI memastikan bahwa sistem ini akan terus dipantau dan dievaluasi untuk menjaga kelancaran transaksi. Bank sentral juga berencana mengeluarkan pedoman teknis tambahan agar semua pihak memahami mekanisme penggunaan rekening Vostro secara efektif.
Pemerintah India menegaskan bahwa meskipun kebijakan ini mengurangi peran dolar, hubungan dagang dengan AS tetap akan dijaga. Fokus utama adalah memastikan stabilitas mata uang domestik dan memperkuat daya saing di pasar global.
Dengan semakin banyak negara yang mempertimbangkan alternatif dolar, kebijakan India ini bisa menjadi momentum bagi BRICS untuk memperluas pengaruh ekonominya. Bagi sektor swasta, peluang ini membuka jalan baru untuk memperluas jaringan perdagangan tanpa ketergantungan pada dolar.
( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





