Jakarta, ekoin.co – Harga emas naik turun dan sulit stabil karena ikut suku bunga global yang berubah ubah.
Investor global, bank sentral terutama The Federal Reserve (The Fed), pelaku industri perhiasan, serta pasar keuangan dunia.
Sepanjang 2025, dengan lonjakan pada Maret–April, koreksi Juni, dan konsolidasi pada November 2025.
Terjadi di pasar emas global yang berdampak ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Harga emas bergerak karena kebijakan suku bunga bank sentral, penguatan atau pelemahan dolar AS, kondisi ekonomi dan geopolitik global, perubahan permintaan–penawaran, serta aksi ambil untung investor setelah kenaikan harga.
Saat suku bunga naik dan dolar menguat, investor meninggalkan emas sehingga harga turun. Ketika ekonomi tidak pasti atau konflik meningkat, investor membeli emas sebagai aset aman sehingga harga naik.
Setelah lonjakan tajam, investor menjual emas untuk merealisasikan keuntungan, memicu koreksi sementara.
Sedangkan Harga emas Indonesia sekarang (Desember 2025) itu tergantung merek (Antam, UBS, Galeri24) umumnya berkisar Rp 2.400.000 – Rp 2.900.000 per gram untuk emas batangan, Antam pernah melambung tinggi di sekitar Rp 2.502.000 per gram untuk 1 gramnya. Harga ini terus berubah.





