JAKARTA,Ekoin.co— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja positif dengan bertahan di area penguatan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Selasa (6/1/2026).
Indeks tercatat naik 0,26 persen atau bertambah 23,25 poin dan parkir di level 8.882,44.
Berdasarkan pantauan perdagangan, IHSG langsung melesat sejak pembukaan dan sempat menyentuh level 8.890. Tekanan aksi ambil untung sempat menyeret indeks turun ke kisaran 8.845, namun dorongan beli kembali menguat hingga membawa IHSG menembus level tertinggi intraday di angka 8.903.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia berlangsung ramai. Nilai perdagangan hingga siang hari mencapai Rp19,56 triliun dengan total frekuensi transaksi sebanyak 2,71 juta kali, mencerminkan minat investor yang masih solid.
Dari sisi teknikal, analis Phintraco Sekuritas mencermati indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih membentuk histogram positif, menandakan tren penguatan yang berlanjut.
Meski demikian, investor diminta tetap waspada lantaran indikator Stochastic RSI telah memasuki area jenuh beli atau overbought.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif sejumlah sektor utama. Sektor bahan baku tampil paling menonjol dengan lonjakan hingga 2,81 persen.
Disusul sektor properti yang menguat 0,98 persen serta sektor industri yang naik 0,90 persen.
Sebaliknya, tekanan datang dari sektor transportasi yang terkoreksi 1,18 persen. Sektor infrastruktur juga melemah 0,34 persen, sementara sektor keuangan turun tipis 0,03 persen.
Di jajaran saham unggulan LQ45, emiten berbasis mineral menjadi motor penggerak utama pasar. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melesat 14,64 persen ke level 8.025. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyusul dengan penguatan 12,77 persen ke posisi 1.855, sementara PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 9,75 persen ke level 1.295.
Menatap perdagangan sesi kedua, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidasi di kisaran level 8.850 hingga 8.900, seiring pelaku pasar mencermati potensi lanjutan aksi ambil untung.





