BOGOR, Ekoin.co — Pemerintah memastikan tarif tenaga listrik tetap stabil pada awal tahun 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode Januari hingga Maret 2026, baik bagi pelanggan subsidi maupun nonsubsidi.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari kebijakan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang stabilitas ekonomi nasional di masa awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Belum ada pembahasan perubahan tarif. Sampai sekarang harga listrik tidak dinaikkan,” ujar Bahlil usai menghadiri agenda di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026) malam.
Bahlil menjelaskan, secara mekanisme tarif listrik pelanggan nonsubsidi memang dievaluasi setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA). Namun pemerintah memilih menahan tarif demi menjaga kepastian usaha dan konsumsi rumah tangga.
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan perlindungan ekonomi rakyat sebagai prioritas utama di awal 2026.
Stabilitas harga energi dinilai penting agar masyarakat tidak terbebani di tengah dinamika ekonomi global.
Selain soal tarif, Bahlil juga menepis spekulasi terkait kemungkinan pemberian diskon listrik seperti yang sempat diterapkan pada awal 2025. Ia menegaskan hingga kini belum ada keputusan maupun pembahasan resmi mengenai potongan tarif listrik.
“Untuk diskon listrik, belum ada kebijakan apa pun,” katanya.
Dengan keputusan tersebut, tarif listrik PLN bagi pelanggan nonsubsidi pada Januari 2026 dipastikan tetap mengacu pada tarif sebelumnya.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga iklim usaha tetap kondusif sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan awal tahun.





