Tasyakuran Danantara Berubah Tegang Kala Prabowo Ulti Pemberi Laporan Palsu
Jakarta, Ekoin.co – Tasyakuran perdana Danantara berubah tegang. Presiden Prabowo Subianto menyinggung laporan palsu dan dipoles-poles agar tampak bagus.
Prabowo secara terbuka menantang siapa pun yang hobi menyetor laporan palsu hanya demi memoles citra di depan pimpinan.
Prabowo menegaskan bahwa kejujuran data adalah harga mati untuk mengelola kekayaan negara. Padahal, secara capaian, ia bangga Indonesia kini punya lembaga pengelola dana (Sovereign Wealth Fund) yang disegani dunia.
“Sebetulnya saya juga ingin fokus kepada hal hal penting, kita bersyukur kita sekarang sudah punya suatu badan bisa disetarakan dengan sovereign well fund di dunia,” kata Prabowo di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).
Prabowo menilai, eksistensi Indonesia dalam kancah keuangan global sudah berada di jalur yang benar. Posisi tawar Indonesia kini jauh lebih kuat dengan manajemen aset yang mulai tertata dalam setahun terakhir.
“Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign well fund mungkin kernak ketujuh terbesar di dunia, kita juga bersyukur bahwa menejemen 1 tahun,” ujarnya.
Suasana mendadak menegang saat Prabowo menyinggung soal akurasi data yang sampai ke mejanya. Ia mengakui betapa sulitnya mendapatkan laporan yang benar-benar jujur tanpa polesan manipulasi.
“Ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yg baik, dengan pengelolaan yag baik terutama dengan will yang benar, dengan political will, dengan jiwa yang benar hasil sudah kelihatan,” tuturnya.
Nada bicaranya pun meninggi. Prabowo mewanti-wanti anak buahnya agar berhenti mengirimkan laporan yang hanya berorientasi untuk menyenangkannya secara semu.
“Saya susah dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan yang benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal akalan, saya kasih peringatan keras ini,” kata Prabowo melanjutkan.
Meski begitu, Prabowo tak menutup mata pada progres yang ada. Ia mengaku semringah melihat angka lonjakan kinerja aset yang dilaporkan kepadanya, dengan catatan: jika laporan itu memang benar adanya.
“Saya dapat laporan saya cukup gembira dibandingkan tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen, ini cukup baik,” katanya. (*)























Tinggalkan Balasan