Sumedang, Ekoin.co — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan ziarah budaya ke Kompleks Makam Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, sebagai bentuk penghormatan terhadap Cut Nyak Dien, pahlawan nasional asal Aceh yang dikenal sebagai simbol perlawanan tanpa kompromi terhadap kolonialisme Belanda.
Di hadapan pusara sang pejuang, Fadli menegaskan bahwa Cut Nyak Dien merupakan figur nasional yang keteguhan sikap dan keberaniannya melampaui batas daerah maupun generasi.
“Cut Nyak Dien adalah pemimpin besar Perang Aceh, tokoh yang tidak pernah menyerah meski harus menghadapi pengasingan dan penderitaan panjang,” ujarnya.
Fadli mengingatkan, Sumedang memiliki posisi penting dalam sejarah akhir perjuangan Cut Nyak Dien. Setelah ditangkap.
Ia dibawa ke Batavia dan kemudian diasingkan ke Sumedang hingga wafat. Di daerah ini pula ia dirawat oleh ulama setempat, Ki Haji Sanusi, yang memahami latar keilmuan dan bahasa yang dikuasainya.
Menurut Fadli, relasi sejarah Aceh dan Sumedang melalui sosok Cut Nyak Dien menjadi bagian penting dari narasi kebangsaan yang perlu terus dikenalkan kepada publik.
Selain nilai historis, Fadli juga mendorong pengembangan Kompleks Gunung Puyuh sebagai pusat edukasi dan ekonomi berbasis budaya.
Kisah perjuangan Cut Nyak Dien dinilai memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan dalam berbagai medium kreatif, termasuk perfilman dan konten sejarah.
“Kisah beliau bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga bisa menjadi sumber pembelajaran sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah,” katanya.
Kompleks Makam Gunung Puyuh dikenal sebagai kawasan pemakaman bangsawan Sumedang, sekaligus destinasi wisata sejarah yang menyimpan nilai religius dan kebudayaan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Fadli Zon turut didampingi jajaran Kementerian Kebudayaan, pemerintah daerah, serta perwakilan komunitas permuseuman nasional.
Menutup kunjungannya, Fadli berpesan agar generasi muda terus merawat ingatan kolektif bangsa.
“Semangat patriotisme Cut Nyak Dien harus tetap hidup sebagai inspirasi Indonesia hari ini dan masa depan,” pungkasnya.





