Jakarta,Ekoin.co – Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan nasional. Pesawat Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan putus kontak dan jatuh di wilayah pegunungan.
Pemerintah memastikan proses evakuasi dan investigasi berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi penuh.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Ia menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh tahapan penanganan insiden tersebut.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kemenko Infrastruktur, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Pemerintah terus memusatkan perhatian pada upaya evakuasi dan memastikan keselamatan seluruh tim di lapangan,” ujar AHY saat doorstop di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (18/12/2026).
Menurut AHY, pesawat berjenis ATR tersebut sebenarnya sudah bersiap melakukan pendaratan sebelum akhirnya kehilangan kontak. Informasi ini diperoleh langsung dari laporan Menteri Perhubungan yang diterimanya.
Situasi di lokasi jatuhnya pesawat disebut sangat menantang. Medan pegunungan yang sulit dijangkau membuat proses pencarian dan evakuasi membutuhkan strategi dan operasi khusus.
“Saya menerima laporan bahwa koordinat serpihan pesawat telah ditemukan. Namun kondisi geografis lokasi mengharuskan Basarnas dan seluruh unsur terkait bekerja ekstra dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi,” jelasnya.
Terkait penyebab kecelakaan, AHY menegaskan pemerintah tidak akan berspekulasi. Seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan dikaji secara mendalam melalui investigasi resmi sesuai standar keselamatan penerbangan internasional.
“Belum ada kesimpulan apa pun. Faktor cuaca, kondisi geografis, maupun aspek teknis masih dalam tahap pendalaman. Dari dokumentasi yang kami terima, lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan, dan ini menjadi salah satu fokus evaluasi,” tegasnya.
AHY menambahkan, temuan awal mengenai lokasi jatuhnya pesawat akan menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi udara nasional.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
“Keselamatan penerbangan adalah harga mati. Setiap kejadian harus menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan sistem ke depan,” pungkasnya.





