Jakarta, Ekoin.co – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman kembali menegaskan soal peringatan dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) soal kehadiran sidang dan rapat pleno.
Anwar Usman mengaku, dirinya tak ikut sidang dan rapat pleno bukan tanpa alasan. Anwar mengaku memiliki penyakit sejak awal 2025 usai terjatuh.
“Saya itu awal tahun 2025, ya, itu betul-betul saya baru pernah merasakan sakit, itu boleh dibilang saya jatuh, ya bukan pingsan lagi, sudah-sudah lupa sama sekali,” kata Anwar kepada wartawan di gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Bahkan Anwar mengaku saat ini dirinya minum obat tiga hingga empat kali sehari. Bahkan untuk minum dirinya telah izin kepada Ketua MK.
“Dan itu terus terang jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari, tiga kalau sehari bahkan ada yang empat kali untuk minum obat,” kata Anwar Usman.
Anwar Usman kemudian menunjukkan obat-obatan yang harus diminumnya.
“Nah itu ada contoh di kotak obat. Jadi ya kebetulan saya juga terima kasih biar jelas ya. Itu ada. Nah inilah contoh obat. Ini bukan, bukan, mohon maaf ya, bukan dijadikan alasan,” katanya.
Anwar juga menegaskan tidak pernah cuti selama 40 tahun berkarier sebagai hakim. Cuti itu tidak pernah ia ambil, baik ketika berkarier di Mahkamah Agung (MA) maupun MK.
Diketahui, MKMK memberi surat peringatan terhadap hakim MK Anwar Usman nomor 41/MKMK/12/2025. Surat peringatan itu diberikan gara-gara Anwar tercatat sering tak menghadiri rapat serta sidang.
Hal itu disampaikan Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna saat membacakan sejumlah catatan Laporan Pelaksanaan Tugas MKMK sepanjang 2025.
“Bahwa berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan sidang sepanjang 2025, terdapat 1.093 kali sidang yang menyidangkan 672 permohonan dan menghasilkan sejumlah 264 putusan,” ujar Palguna seperti dikutip dari situs resmi MK, Jumat (2/1). (*)





