Jakarta, Ekoin.co – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman buka suara soal hubungannya dengan Ketua Majelis Kehormatan MK (MKMK) I Dewa Gede Palguna pasca terbitnya surat peringatan soal kehadiran sidang dan rapat.
Anwar Usman mengaku hubungannya dengan Palguna hingga kini terjalin dengan baik.
“Orang Pak Palguna tuh teman saya, sama-sama hakim juga dia di sini, memang waktu itu saya kaget saja, loh kok ada surat ini, kemudian disusul konferensi pers,” ucap Anwar usai ditemui di kantornya, Rabu (21/1).
Namun setelah itu, Anwar mengaku langsung menelepon Ketua MK Suhartoyo untuk memberikan klarifikasi soal ketidakhadirannya dalam sejumlah sidang.
“Kebetulan Pak Hartoyo junior saya, saya panggil dia adik, ‘ini Dik harus diluruskan’. Dia bilang ‘Ya sudah Abang saja yang langsung menyampaikan’,” ucap dia.
Anwar mengaku tidak terima laporan soal ketidakhadirannya dalam sejumlah sidang dan rapat. Di awal Anwar mengaku langsung mempertanyakan mengapa laporan ketidakhadirannya itu dibuka ke publik oleh MKMK.
“Oh enggak (terima di-publish), saya langsung telepon ke ya boleh dibilang Kepala Sekretariat-nya, Mas Fajar (Fajar Laksono), mantan Jubir ya. Saya tanya, ‘Lho kenapa bisa begini?'” kata Anwar.
Anwar mengatakan, sebelum diumumkan ke publik, Fajar sudah bertanya ke Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna soal perlu atau tidaknya laporan ketidakhadirannya dibuka.
Namun, kata Anwar, Palguna tetap membuka laporan tersebut berbekal data yang diperoleh dari panitera.
“Pada waktu konferensi pers itu Mas Fajar sudah menanyakan, menyampaikan ke Pak Palguna selaku Ketua MKMK. ‘Bagaimana Pak? Karena ini enggak ada data mengenai ketidakhadiran kenapa’, ‘ya sudah di-publish saja sesuai itu’,” kata Anwar menirukan ucapan Fajar dan Palguna. (*)





