Jakarta,Ekoin.co – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Direktorat PPA-PPO untuk menindak tegas sindikat perdagangan orang (TPPO) berskala internasional yang kerap melibatkan kekerasan dan pemaksaan.
Jenderal Sigit menekankan pentingnya pendalaman modus operandi sindikat, khususnya praktik janji pekerjaan yang menjebak korban.
Alih-alih mendapat pekerjaan, korban justru diperas, dipaksa, hingga mengalami kekerasan.
“Mau tidak mau Direktorat PPA-PPO walau baru dibentuk, menghadapi sindikat internasional. Kami harapkan rekan-rekan bisa mengetahui modus mereka, bekerja sama dengan stakeholder, dan jaringan di luar negeri,” ujar Kapolri saat peresmian Ditres PPA-PPO pada 11 Polda dan 22 Polres di Bareskrim Polri, Rabu (21/1/2026).
Kapolri mengapresiasi keberanian korban melapor, yang meningkat signifikan. Sepanjang 2025, tercatat 403 kasus TPPO dengan 505 tersangka, mencakup PMI ilegal, PSK anak dan dewasa, ABK, hingga pengantin pesanan. “Rata-rata korban perempuan dijanjikan pekerjaan, laki-laki sama. Ini tantangan besar yang harus dihadapi,” tambahnya.
Kapolri juga menekankan kewaspadaan terhadap jalur ilegal TPPO, termasuk rute dari Afghanistan, Bangladesh, dan Somalia masuk Asia Tenggara, lalu ke Malaysia, Singapura, hingga tujuan seperti Kamboja, Laos, dan Arab Saudi.
Direktorat PPA-PPO diharapkan bekerja profesional untuk mengungkap praktik yang selama ini tersembunyi, sehingga fenomena TPPO tidak lagi “normal” di permukaan masyarakat.





